Lumajang, Suara Semeru – Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengingatkan pelajar agar menjauhi narkoba dan bijak menggunakan media sosial serta kecerdasan buatan (AI). Pesan itu disampaikan kepada ratusan siswa SMKN 1 Lumajang dalam sosialisasi bertema “Cerdas Tanpa Narkoba, Bijak Bermedia Sosial dan AI”, Rabu 21 Oktober 2026.
Dalam kegiatan di aula sekolah tersebut, Riki menegaskan
bahwa pelajar harus berani menolak narkoba dan tidak mudah terpengaruh
pergaulan negatif.
“Jangan pernah sekali-kali menyentuh atau mencoba narkoba.
Jadilah generasi yang cerdas dan berani menolak narkoba,” tegasnya.
Selain bahaya narkotika, Riki menyoroti risiko
penyalahgunaan teknologi digital, mulai dari penyebaran hoaks, perundungan
siber, hingga konten yang berpotensi melanggar hukum.
Menurutnya, media sosial dan AI dapat mendukung kreativitas
serta memperluas pengetahuan jika digunakan secara bertanggung jawab.
Sebaliknya, penggunaan yang keliru bisa menimbulkan persoalan hukum.
“Saring sebelum sharing dan jadilah pengguna media sosial
yang beretika,” ujarnya.
Riki menambahkan, pencegahan penyalahgunaan narkoba dan
risiko digital membutuhkan keterlibatan kepolisian, sekolah, serta orang tua.
Ketiganya perlu memperkuat pendampingan dan komunikasi agar pelajar terhindar
dari pengaruh negatif.
“Polres Lumajang tidak bisa bekerja sendirian. Sinergi
antara kepolisian, tenaga pendidik, dan orang tua sangat krusial untuk
membentengi anak-anak kita,” katanya.
Melalui sosialisasi ini, Polres Lumajang berharap pelajar
mampu menjauhi narkoba, menggunakan teknologi secara bijak, serta lebih
bertanggung jawab dalam beraktivitas di ruang digital. (yon)

0 Komentar