Lumajang, Suara Semeru — Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih menyelimuti Kabupaten Lumajang. Menjawab penderitaan warga, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang menerjunkan aksi kemanusiaan dengan mendistribusikan 1 juta liter air bersih tepat pada Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Penyaluran air dipusatkan salah satunya di Desa Meninjo,
Kecamatan Ranuyoso. Melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul
Ulama (Lazisnu), relawan mengisi tandon-tandon besar desa. Suasana haru dan
tertib terlihat saat ratusan warga mengantre rapi menata jeriken dan galon demi
mendapatkan pasokan vital tersebut.
Bagi masyarakat setempat, bencana kekeringan ini bukan
sekadar musibah tahunan, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup dan
ekonomi keluarga.
SUARA DARI LAPANGAN: BENCANA MUSIMAN YANG MENCEKIK
Suro, warga Desa Meninjo, mengungkapkan bahwa krisis air
bersih telah menyengsarakan desanya selama empat bulan berturut-turut.
"Sudah sekitar 4 bulan sulit air, kalau gaada bantuan
ya harus beli, kalau gamampu ya cari," ujar Suro pada Jumat (23/10/2026).
Senada dengan Suro, Suciati menambahkan bahwa kondisi kian
memburuk setelah cadangan air hujan milik warga habis total. Tanpa adanya
armada dropping air gratis seperti yang dilakukan PCNU, warga terpaksa merogoh
kocek dalam-dalam hanya untuk membeli air bersih demi kebutuhan primer
sehari-hari.
AKSI NYATA HSN 2026
Bantuan 1 juta liter air ini menegaskan esensi Peringatan
Hari Santri 2026: kehadiran nyata dan kepedulian sosial di tengah kesulitan
rakyat. Di saat kekeringan melumpuhkan aktivitas harian warga, aksi tanggap
emergency Lazisnu PCNU Lumajang menjadi oasis yang meringankan beban ekonomi
dan menjaga asa masyarakat Ranuyoso. (yon)

0 Komentar