Lumajang, Suara Semeru – Langkah kepolisian tak lagi sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalanan atau menangani ranah pidana.
Di tengah isu krusial stabilitas pangan nasional, jajaran
Polsek Jatiroto, Polres Lumajang, mengambil peran proaktif hingga ke pelosok
ladang demi memastikan fondasi pangan warga tetap kokoh.
Pada Kamis 22 Oktober 2026, personel Polsek Jatiroto
menyusuri hamparan lahan pertanian di Dusun Petung, Desa Kaliboto Kidul,
Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.
Pengecekan lapangan ini berfokus pada komoditas jagung—salah
satu tulang punggung perekonomian dan konsumsi lokal yang memegang peran
strategis dalam peta ketahanan pangan daerah.
MENYELAMI REALITA PETANI: DARI TUMBUH TANAMAN HINGGA
KEMANDIRIAN PUPUK
Pengecekan tidak dilakukan sekadar sebagai formalitas
seremonial. Anggota kepolisian mendatangi langsung lahan pertanian milik Fredy
(47), seorang petani setempat, guna memantau dari dekat vegetasi tanaman jagung
serta dinamika produksi di tingkat akar rumput.
Salah satu poin vital yang menjadi sorotan dalam peninjauan
ini adalah rantai pasok pendukung pertanian, khususnya ketersediaan pupuk
selama masa tanam. Di tengah berbagai tantangan kelangkaan atau keterlambatan
distribusi pupuk yang kerap membayangi kawasan pedesaan, hasil pemantauan
Polsek Jatiroto mencatat temuan menarik: kebutuhan pupuk di lahan tersebut
tercukupi secara swadaya.
Kondisi ini menegaskan dua hal sekaligus: tingginya
kemandirian serta ketahanan mental para petani lokal, namun di sisi lain
menjadi catatan penting bagi seluruh stakeholder akan krusialnya jaminan
ketersediaan sarana produksi pertanian (saprodi) yang stabil dan terjangkau.
SINERGI KAMTIBMAS DAN KETAHANAN PANGAN
Mewakili Kapolres Lumajang, Kapolsek Jatiroto AKP Imam
Soepardi menegaskan bahwa keterlibatan aktif kepolisian di sektor agraris
merupakan manifestasi nyata dari kepedulian Polri terhadap keberlangsungan
hidup masyarakat secara luas.
"Melalui kegiatan pengecekan langsung di lapangan, kami
ingin mengetahui perkembangan penanaman jagung serta memastikan ketersediaan
sarana pendukung, khususnya pupuk, agar kegiatan pertanian masyarakat dapat
berjalan dengan baik," tegas AKP Imam Soepardi.
Lebih jauh, AKP Imam menjelaskan bahwa pendekatan persuasif
melalui dialog langsung dengan para petani menjadi kunci utama mendeteksi
potensi hambatan sejak dini.
"Komunikasi dan koordinasi dengan petani sangat penting
untuk mengetahui kendala yang dihadapi di lapangan, sekaligus memperkuat
sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan
pangan," tambahnya.
INVESTASI JANGKA PANJANG KESEJAHTERAAN LOKAL
Melalui interaksi hangat di tengah ladang jagung, Polsek
Jatiroto tidak hanya menjalin komunikasi sosial untuk mempererat kemitraan
dengan warga, tetapi juga mendorong optimalisasi pengelolaan lahan produktif
secara berkelanjutan.
AKP Imam Soepardi berharap semangat kolaborasi lintas sektor
ini dapat terus dipelihara agar komoditas jagung Lumajang mampu memberikan
dampak ekonomi nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan petani.
"Harapannya, melalui kerja sama yang baik antara
petani, masyarakat, dan seluruh pihak terkait, program ketahanan pangan dapat
memberikan manfaat nyata serta mendukung kesejahteraan masyarakat,"
pungkasnya.
Langkah konsisten Polsek Jatiroto ini membuktikan bahwa
pengawalan terhadap ketahanan pangan adalah bagian tak terpisahkan dari
menciptakan kondusivitas wilayah. Sebab, ketika perut rakyat kenyang dan
perekonomian desa berputar stabil, stabilitas keamanan dan ketertiban
masyarakat pun akan terwujud secara alamiah. (yon)

0 Komentar