22 KARATEKA FEKATI JATIM RAIH SABUK HITAM, DUA KARATEKA LUMAJANG DINOBATKAN SEBAGAI LULUSAN TERBAIK

 

Lumajang, Suara Semeru - Sebanyak 22 karateka dari Federasi Karate Tradisional Indonesia (FEKATI) Jawa Timur berhasil meraih gelar sabuk hitam setelah mengikuti ujian yang digelar di Hall BKPSDM Lumajang. Dari seluruh peserta, dua karateka asal Lumajang dinobatkan sebagai lulusan terbaik.

Kedua karateka tersebut adalah Naufal Hisyam Akhillah, siswa SMA Negeri 1 Lumajang, dan Mevlana El Syah Sinaro, siswa PKBM Berkobbar Kenongo, Gucialit. Keduanya dinyatakan sebagai lulusan terbaik dan berhak menyandang sabuk hitam DAN 1.

Naufal dan Mevlana berhasil menunjukkan kemampuan terbaik dalam berbagai aspek yang diujikan, mulai dari penguasaan teori karate, keterampilan teknik, hingga kekuatan mental dan kedisiplinan. Prestasi tersebut menjadi buah dari dedikasi, kerja keras, serta konsistensi keduanya dalam menjalani proses latihan.

Ketua Pengurus Daerah (Pengda) FEKATI Jawa Timur, Sensei Rommy Ardianto, mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus. Ia menjelaskan, sebelum mengikuti ujian sabuk hitam, para peserta terlebih dahulu menjalani gashuku dan seluruh tahapan ujian selama tiga hari sebagai salah satu persyaratan.

"Selamat untuk yang sudah dinyatakan lulus dan meraih nilai terbaik. Jadikan ini sebagai motivasi untuk lebih semangat lagi dalam berlatih karate," ujar Rommy, Senin 5 Oktober 2026.

Sementara itu, perwakilan KORMI Lumajang, Dr. Muchammad Taufiq, SH., MH., CLMA, dalam sambutannya pada penutupan acara turut menyampaikan ucapan selamat dan motivasi kepada para peraih penghargaan. Ia juga berpesan agar seluruh pegiat karate tradisional tetap menjaga semangat kebersamaan dalam mengembangkan olahraga bela diri tersebut.

"Karate tradisional bukan hal baru di Lumajang. Kami sudah lama bersinergi dalam membersamai anak-anak meraih prestasi. Selamat kepada yang sudah menunjukkan perjuangan untuk meraih yang terbaik. Semoga FEKATI tambah solid untuk memberikan dampak positif pada perkembangan olahraga bela diri di Lumajang," tambahnya.

Dengan diraihnya sabuk hitam tersebut, 22 karateka FEKATI Jawa Timur kini diharapkan mampu melanjutkan perjalanan mereka dalam dunia karate dengan semangat dan tanggung jawab yang lebih besar. Selain terus meningkatkan kemampuan, mereka juga diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan karate tradisional serta menjadi teladan bagi generasi berikutnya. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar