Lumajang, Suara semeru - Perkembangan teknologi digital turut mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan mengakses layanan publik. Perubahan tersebut mendorong aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk beradaptasi, tidak hanya dalam penggunaan teknologi, tetapi juga dalam pola pikir dan budaya kerja.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
(Kominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, saat menjadi pemateri dalam kegiatan
Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang I
Angkatan 1, 2, dan 3 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Graha Nagara Bhakti
BKPSDM Kabupaten Lumajang, Rabu (23/9/2026).
Dalam kegiatan bertema "Transformasi Tata Kelola
Informasi dan Pemerintahan Digital: Mewujudkan Pelayanan Publik yang
Transparan, Efektif, Adaptif dan Aman" itu, Mustaqim mengatakan
transformasi digital di lingkungan pemerintahan tidak cukup hanya dengan
mengadopsi teknologi.
Menurut dia, perubahan teknologi harus diikuti perubahan
cara berpikir dan budaya kerja ASN. Hal tersebut diperlukan agar pelayanan
pemerintah dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang terus
berkembang.
"Transformasi digital bukan sekadar perubahan
teknologi, tetapi juga perubahan cara kerja dan budaya pemerintah dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Mustaqim.
ASN Dituntut Adaptif
Mustaqim menjelaskan, masyarakat kini semakin terbiasa
menggunakan sarana digital untuk memperoleh informasi dan mengakses berbagai
layanan. Perubahan kebiasaan tersebut turut menciptakan lingkungan kerja baru
bagi aparatur pemerintah.
Karena itu, ASN dituntut memiliki kemampuan beradaptasi
terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.
ASN, kata dia, tidak hanya perlu memahami tugas-tugas
administratif, tetapi juga harus mampu menyesuaikan proses kerja dengan
perkembangan teknologi.
"Teknologi mengubah cara masyarakat menjalani
kehidupan. ASN harus bertransformasi agar cara pemerintah melayani juga semakin
sesuai dengan kebutuhan masyarakat," katanya.
Menurut Mustaqim, transformasi tersebut perlu dilakukan baik
pada tingkat individu maupun organisasi.
ASN perlu membangun pola kerja yang terbuka terhadap
perubahan, terus mempelajari perkembangan teknologi, serta menyesuaikan proses
kerja ketika kebutuhan masyarakat berubah.
PPPK Perlu Siap Menghadapi Perubahan
Bagi PPPK yang baru memasuki lingkungan pemerintahan,
kemampuan beradaptasi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun budaya
kerja yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Orientasi PPPK dinilai menjadi ruang untuk memperkenalkan
berbagai tantangan tersebut sejak awal perjalanan mereka sebagai aparatur
pemerintah.
Melalui kegiatan itu, para PPPK diharapkan tidak hanya
memahami tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur, tetapi juga memiliki
kesiapan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan
teknologi di lingkungan pemerintahan.
Pada akhirnya, transformasi pemerintahan digital tidak hanya
bergantung pada teknologi yang digunakan. Kesiapan aparatur untuk mengubah cara
berpikir dan bekerja juga menjadi bagian penting agar transformasi tersebut
dapat berjalan seiring dengan dinamika kebutuhan masyarakat.(har)

0 Komentar