Lumajang, Suara Semeru - Upaya menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilakukan tidak hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga melalui pengelolaan pertanian yang lebih terencana.
Salah satunya dilakukan melalui pola tanam serentak yang
dilaksanakan gabungan kelompok tani di Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan
Rowokangkung, Senin (31/8/2026).
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, pola tanam
serentak memberikan sejumlah manfaat teknis bagi petani, terutama dalam
pengendalian hama dan pengelolaan air irigasi.
“Tanam serentak bukan sekadar kegiatan seremonial. Secara
agronomis, ini merupakan strategi yang efektif untuk memutus siklus hidup hama
dan penyakit tanaman. Selain itu, pembagian air irigasi menjadi lebih adil,
optimal, dan merata untuk seluruh petak sawah,” ujar Indah.
Menurut dia, waktu tanam yang dilakukan secara bersamaan
memungkinkan pengelolaan pertanaman di kawasan sawah dilakukan secara lebih
terkoordinasi.
Kondisi tersebut dinilai dapat membantu petani menghadapi
potensi serangan hama dan penyakit secara bersama-sama. Di sisi lain, kebutuhan
air tanaman yang berada pada fase pertumbuhan relatif sama juga memudahkan
pengaturan distribusi air irigasi.
Indah berharap Desa Dawuhan Wetan dapat berkembang menjadi
salah satu lumbung pangan yang turut menopang kebutuhan pangan Kabupaten
Lumajang.
“Dengan pola tanam serentak ini, saya berharap Dawuhan Wetan
mampu menjadi salah satu lumbung pangan andalan Kabupaten Lumajang,” katanya.
Dapat dukungan benih
dan irigasi
Untuk mendukung produktivitas petani, Pemerintah Kabupaten
Lumajang memberikan sejumlah bantuan pada Tahun Anggaran 2026.
Di Desa Dawuhan Wetan, bantuan tersebut antara lain 900
kilogram benih jagung pangan untuk lahan seluas 60 hektare, 1.000 kilogram
benih padi Nutrizink untuk 50 hektare, serta 2.750 kilogram benih padi reguler
untuk 110 hektare.
Petani juga mendapatkan dukungan berupa kegiatan irigasi
perpipaan dan Optimalisasi Lahan (OPLAH).
Selain itu, terdapat program bongkar ratoon dan perluasan
areal tanam tebu seluas 31,17 hektare yang diperuntukkan bagi 13 petani.
Berbagai dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani
mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan potensi produksi.
Peningkatan produktivitas tidak hanya berkaitan dengan
ketersediaan pangan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan dan
keberlanjutan usaha tani keluarga.
Petani diminta
sampaikan kendala
Dalam kegiatan tersebut, Indah juga membuka ruang dialog
dengan kelompok tani untuk mengetahui persoalan yang dihadapi petani di
lapangan.
Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain pengawalan
pupuk bersubsidi agar tepat sasaran, perbaikan jaringan irigasi, stabilitas
harga hasil panen, serta pendampingan kepada petani.
Pemerintah daerah juga mendorong peran Dinas Pertanian dan
penyuluh untuk memberikan pendampingan kepada petani.
“Jangan sungkan menyampaikan kendala dan aspirasi. Mari kita
jadikan momentum ini untuk mencari solusi bersama, langsung dengan perangkat
daerah dan wakil rakyat yang hadir,” ujar Indah.
Penguatan sektor pertanian, kata dia, tidak berhenti pada
kegiatan tanam dan panen. Ketersediaan air, benih, pupuk, pengelolaan lahan,
pendampingan, hingga kepastian harga hasil produksi menjadi bagian yang saling
berkaitan.
Melalui pola tanam yang lebih terkoordinasi dan dukungan
terhadap kebutuhan petani, produksi pangan diharapkan semakin terjaga.
Desa Dawuhan Wetan pun diharapkan dapat terus berkembang
sebagai salah satu sentra produksi pangan di Lumajang, sekaligus memberikan
manfaat bagi petani dan masyarakat melalui penguatan ketersediaan pangan serta
ekonomi keluarga tani. (har)

0 Komentar