Lumajang, Suara Semeru — Purnatugas dari pekerjaan formal tidak serta-merta mengakhiri peran seseorang dalam kehidupan sosial. Bagi para lanjut usia (lansia) di Kecamatan Pasirian, pengalaman yang dikumpulkan selama puluhan tahun masih menjadi pengetahuan yang dapat dibagikan kepada keluarga dan masyarakat.
Semangat untuk tetap aktif tersebut tumbuh melalui Sekolah
Lansia Tangguh (Selantang), sebuah ruang pembelajaran yang tidak hanya
mendorong lansia untuk terus belajar, tetapi juga menjadi tempat
bersosialisasi, menjaga kesehatan, dan mempertahankan peran di lingkungan
sekitar.
Ketua PWRI Kecamatan Pasirian Sutrisno mengatakan, usia
lanjut semestinya tidak dipandang sebagai akhir dari masa produktif. Menurut
dia, produktivitas lansia tidak selalu dapat diukur dari pekerjaan formal
maupun kemampuan menghasilkan pendapatan.
“Lansia yang purnatugas sering dianggap sudah selesai.
Padahal, produktivitas tidak cuma soal uang, tetapi juga pengalaman, nasihat,
dan peran menjaga keutuhan keluarga,” ujar Sutrisno di Lumajang, Kamis
(24/9/2026).
PENGALAMAN LANSIA SEBAGAI PENGETAHUAN SOSIAL
Menurut Sutrisno, perjalanan hidup yang telah dilalui
generasi senior merupakan pengetahuan yang dapat diteruskan kepada generasi
berikutnya.
Nasihat kepada keluarga, pendampingan anggota keluarga,
hingga keteladanan dalam kehidupan sehari-hari menjadi bentuk kontribusi yang
tidak selalu dapat diukur secara materi. Peran tersebut tetap dibutuhkan,
terutama ketika perubahan sosial membuat interaksi antargenerasi semakin
terbatas.
Dalam konteks itu, keberadaan ruang sosial bagi lansia
menjadi penting. Selantang diharapkan tidak hanya memberikan aktivitas bagi
lansia, tetapi juga menjaga agar mereka tetap memiliki hubungan dengan
lingkungan sekaligus kesempatan untuk berkontribusi sesuai kemampuan
masing-masing.
Program tersebut menempatkan lansia bukan semata sebagai
kelompok yang membutuhkan perhatian, tetapi juga sebagai kelompok yang memiliki
pengalaman dan pengetahuan untuk dibagikan.
MENJAGA KESEHATAN FISIK DAN MENTAL
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Pembangunan
Keluarga Dinas Kesehatan-P2KB Kabupaten Lumajang Mardiyanti mengajak para
lansia untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan mental serta menjalani setiap
fase kehidupan dengan penuh rasa syukur.
Menurut dia, kesehatan pada usia lanjut tidak hanya
berkaitan dengan kondisi fisik. Ketenangan hati dan keterlibatan dalam
aktivitas sosial juga menjadi bagian penting agar lansia tetap menjalani
kehidupan secara aktif.
“Di usia saat ini, bersyukur adalah kebutuhan hati. Obat
paling murah bagi lansia bukanlah vitamin, melainkan hati yang tenang,” tutur
Mardiyanti.
Karena itu, lansia didorong untuk memanfaatkan berbagai
kegiatan yang tersedia di lingkungan masyarakat, seperti posyandu lansia, senam
bersama, pengajian, maupun kegiatan yang sesuai dengan minat dan hobi.
Aktivitas tersebut menjadi ruang untuk mempertahankan
keterhubungan sosial sekaligus mencegah lansia kehilangan rutinitas dan
interaksi setelah tidak lagi menjalani pekerjaan formal.
LANSIA SEBAGAI “PERPUSTAKAAN BERJALAN”
Mardiyanti juga menilai pengalaman generasi senior sebagai
aset sosial yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Lansia adalah perpustakaan berjalan yang pernah ikut
membangun daerah. Jika ada yang memandang sebelah mata, bukan karena lansia itu
kecil, melainkan karena cara pandang mereka saja yang belum terbuka lebar,”
tegasnya.
Pandangan tersebut menempatkan pengalaman lansia sebagai
bagian dari pengetahuan sosial yang masih relevan. Apa yang telah mereka lalui selama
puluhan tahun dapat menjadi referensi bagi generasi yang lebih muda, baik dalam
kehidupan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Di Pasirian, upaya mempertahankan ruang aktivitas tersebut
mendapat dukungan melalui Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Pasirian. Tim Penggerak
PKK Desa Pasirian turut dilibatkan sebagai pelaksana di lapangan.
Kegiatan pembelajaran dan pertemuan Selantang dijadwalkan
berlangsung rutin setiap bulan, yakni pada Rabu minggu pertama, dan
direncanakan berjalan hingga September 2027.
Dengan pola kegiatan tersebut, Selantang tidak hanya menjadi
ruang belajar bagi lansia. Program ini sekaligus menjadi wadah untuk menjaga
aktivitas, membangun jejaring sosial, mendukung kesehatan, serta membuka ruang
bagi generasi senior untuk membagikan pengalaman kepada keluarga dan
masyarakat.

0 Komentar