Lumajang, Suara Semeru — Objek Wisata Selokambang masih menyimpan pekerjaan rumah di tengah statusnya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Hingga Agustus 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kawasan wisata tersebut baru mencapai 55,42 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,9 miliar.
Capaian itu menjadi salah satu perhatian Komisi B DPRD
Kabupaten Lumajang saat melakukan kunjungan kerja ke Objek Wisata Selokambang
beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut tidak sekadar untuk melihat kondisi
destinasi, tetapi juga menggali potensi pengembangan wisata agar mampu
memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi B bersama Dinas Pariwisata
Kabupaten Lumajang, jajaran sekretariat, dan pengelola wisata meninjau sejumlah
aspek. Mulai dari capaian PAD, kondisi infrastruktur dan fasilitas, tingkat
kunjungan wisatawan, hingga peluang pengembangan daya tarik baru.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang, Deddy Firmansyah, mengatakan
capaian PAD hingga Agustus menunjukkan masih adanya ruang yang cukup besar
untuk mengoptimalkan potensi Selokambang.
“Kami mendorong agar potensi wisata terus dioptimalkan
melalui berbagai inovasi dan terobosan,” ungkap Deddy, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, pengembangan Selokambang tidak cukup hanya
mengandalkan daya tarik yang sudah ada. Pengelola perlu menghadirkan alasan
baru bagi wisatawan untuk datang, berkunjung kembali, sekaligus menghabiskan
lebih banyak waktu di kawasan wisata.
Sejumlah langkah pun didorong, mulai dari penambahan wahana,
pengembangan spot wisata baru, penyelenggaraan berbagai event, hingga
pembenahan fasilitas yang dinilai masih perlu ditingkatkan. (har)

0 Komentar