GERAI CERDAS PEKA HADIR DI ITB WIGA LUMAJANG, MEMBUKA RUANG LITERASI KONSUMEN BAGI GENERASI MUDA

 

Lumajang, Suara Semeru — Sebuah pita terbentang di depan areal Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama (ITB WiGa) Lumajang. Beberapa pasang mata menyaksikan ketika pita itu digunting sebagai penanda dibukanya sebuah ruang baru.

Bukan sekadar gerai, di tempat itu, mahasiswa dan masyarakat diharapkan tidak hanya datang untuk mencari informasi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Gerai tersebut bernama CERDAS PeKA, sebuah layanan yang hadir di lingkungan kampus ITB WiGa Lumajang melalui dukungan dan kepercayaan Bank Indonesia (BI).

Peresmian berlangsung Rabu 2 September 2026, Rektor ITB WiGa Lumajang, Dr. Khoirul Ifa, SE., MSE, bersama Kepala Unit Implementasi Kebijakan IKSP Bank Indonesia Perwakilan Jember, Nurina Savanti Widya Gotami, meresmikan gerai tersebut.

Prosesi sederhana itu menjadi penanda dimulainya ruang edukasi yang diharapkan mampu mendekatkan literasi perlindungan konsumen kepada generasi muda.

Sejumlah undangan turut menyaksikan peresmian, di antaranya Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Semeru, Kasno, SE., MM, jajaran rektorat, perwakilan mahasiswa, jajaran UPT Perpustakaan, serta rombongan Bank Indonesia.

Bagi ITB WiGa Lumajang, kehadiran Gerai CERDAS PeKA menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab.

Rektor ITB WiGa Lumajang Dr. Khoirul Ifa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memilih kampusnya sebagai salah satu lokasi Gerai CERDAS PeKA.

“Atas kepercayaan yang diberikan kepada kampus ini sebagai salah satu lokasi Gerai CERDAS PeKA, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Khoirul, keberadaan gerai tersebut memiliki arti penting di tengah semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi konsumen.

Literasi konsumen tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan mengenai transaksi. Lebih jauh, masyarakat perlu mengetahui hak dan kewajibannya agar tidak mudah dirugikan dan mampu mengambil keputusan secara bijak.

Karena itu, kehadiran Gerai CERDAS PeKA di lingkungan kampus dinilai menjadi langkah positif untuk memperkuat literasi, terutama bagi generasi muda.

“Gerai CERDAS PeKA merupakan sebuah langkah yang sangat positif dalam memperkuat literasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda mengenai perlindungan konsumen,” tegasnya.

Kampus pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses akademik. Melalui gerai tersebut, ruang pendidikan dapat diperluas menjadi ruang belajar yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa dapat mengenali persoalan konsumen, memahami hak dan kewajibannya, sekaligus membangun sikap kritis ketika berhadapan dengan berbagai produk dan layanan.

“Kehadiran gerai ini di kampus ITB Widya Gama Lumajang diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperoleh informasi dan edukasi, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Sementara itu, Nurina Savanti Widya Gotami menegaskan bahwa Gerai CERDAS PeKA diharapkan memberikan manfaat lebih luas.

Menurutnya, keberadaan gerai tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan literasi bagi berbagai elemen masyarakat sesuai dengan peruntukannya.

“Manfaatkan gerai ini untuk memberikan edukasi dan literasi kepada berbagai pihak sesuai peruntukannya,” jelasnya.

Dengan dibukanya Gerai CERDAS PeKA, sebuah ruang kecil di lingkungan perpustakaan ITB WiGa Lumajang kini memiliki fungsi yang lebih luas. Ia menjadi titik temu antara kampus, mahasiswa, masyarakat, dan literasi perlindungan konsumen.

Sebab, di tengah derasnya arus informasi dan semakin beragamnya pilihan produk serta layanan, menjadi konsumen yang cerdas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar