Lumajang, Suara Semeru — Wilayah selatan Kabupaten Lumajang diguncang gempa bumi pada Minggu (20/9/2026) siang. Gempa yang tercatat berkekuatan magnitudo 3,3 tersebut terjadi pada kedalaman relatif dangkal, yakni hanya 8 kilometer.
Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi,
dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 14.00.05 WIB. Episenter berada
di koordinat 9,14 derajat Lintang Selatan (LS) dan 113,16 derajat Bujur Timur
(BT), atau sekitar 112 kilometer sebelah selatan Kabupaten Lumajang, Jawa
Timur.
BMKG mencatat kedalaman gempa mencapai 8 kilometer. Dengan
kedalaman tersebut, gempa tergolong sebagai gempa dangkal.
“Gempa Info Gempa Mag:3.3, 20-Sep-26 14:00:05 WIB, Lok: 9.14
LS - 113.16 BT (112 km Selatan LUMAJANG-JATIM), Kedlmn: 8 km,” tulis BMKG dalam
informasi gempa yang dirilis Minggu (20/9/2026).
KEDALAMAN HANYA 8 KILOMETER
Kedalaman menjadi salah satu parameter penting dalam membaca
karakter sebuah gempa. Gempa dengan sumber relatif dangkal dapat memiliki efek
yang lebih terasa dibandingkan gempa berkekuatan sama tetapi berasal dari
kedalaman yang jauh lebih dalam, meskipun dampak akhirnya tetap bergantung pada
sejumlah faktor, termasuk jarak episenter dari permukiman dan kondisi geologi
setempat.
Dalam kasus gempa Lumajang ini, episenter berada cukup jauh
dari daratan Lumajang, yakni sekitar 112 kilometer ke arah selatan. Karena itu,
informasi mengenai apakah getaran dirasakan masyarakat tidak dapat disimpulkan
hanya dari magnitudo dan kedalaman gempa.
BMKG juga belum menyampaikan adanya laporan mengenai
kerusakan maupun dampak lain akibat gempa tersebut.
DATA AWAL BELUM FINAL
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik
kesimpulan dari informasi awal. Data gempa yang pertama kali disampaikan
mengutamakan kecepatan sehingga parameter gempa masih dapat mengalami
pemutakhiran.
Artinya, magnitudo, lokasi episenter, maupun kedalaman yang
tercantum dalam informasi awal dapat berubah setelah data dari jaringan
pemantauan gempa semakin lengkap dan proses analisis dilakukan lebih lanjut.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga
hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,”
tulis BMKG.
Peringatan tersebut penting, terutama di tengah cepatnya
penyebaran informasi gempa melalui media sosial. Data awal yang belum final
berpotensi disebarkan sebagai informasi definitif, padahal parameter gempa
masih mungkin diperbarui.
BELUM ADA LAPORAN KERUSAKAN
Hingga informasi awal tersebut disampaikan, belum ada
keterangan mengenai kerusakan bangunan atau dampak lain yang ditimbulkan gempa.
Gempa dengan magnitudo 3,3 pada prinsipnya termasuk gempa
berkekuatan relatif kecil. Namun, tingkat dampak tidak cukup dinilai hanya
berdasarkan angka magnitudo. Kedalaman sumber, jarak dari episenter, kondisi
tanah, serta kualitas bangunan turut menentukan seberapa besar getaran
dirasakan dan apakah menimbulkan kerusakan.
Karena episenter gempa berada di wilayah selatan dan
berjarak sekitar 112 kilometer dari Lumajang, pemantauan lanjutan tetap
diperlukan untuk memastikan apakah ada laporan getaran yang dirasakan
masyarakat maupun perkembangan parameter gempa.
Untuk sementara, informasi BMKG menjadi rujukan utama.
Masyarakat diimbau tidak terpancing kabar yang belum terverifikasi, terutama
informasi yang membesar-besarkan kekuatan ataupun dampak gempa sebelum ada data
resmi lanjutan. (yon)

0 Komentar