DUKUNG ASTA CITA PRESIDEN, BHABINKAMTIBMAS POLSEK TEKUNG KAWAL LAHAN JAGUNG DAN PEKARANGAN PANGAN WARGA

Lumajang, Suara Semeru — Ketahanan pangan tidak cukup hanya menjadi slogan. Di Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, program tersebut dikawal langsung hingga ke lahan pertanian dan pekarangan rumah warga.

Bhabinkamtibmas Polsek Tekung, Bripka Rohmat Hutri Hardika, turun ke lapangan pada Sabtu (5/9/2026), mengecek perkembangan tanaman jagung sekaligus mendorong warga mengoptimalkan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi.

Di lahan pertanian, pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi batang dan daun tanaman jagung, termasuk memastikan pasokan air melalui sistem irigasi tetap berjalan. Pemantauan ini menjadi langkah antisipasi terhadap potensi gangguan tanaman, terutama serangan hama yang dapat mengancam produktivitas petani.

Tak berhenti di lahan pertanian, Rohmat juga menyambangi pemukiman warga. Pekarangan yang selama ini berpotensi menjadi lahan tidur didorong untuk ditanami tanaman produktif.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.

Kapolsek Tekung AKP Eka Nurprianto Zen, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap program strategis pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan.

«“Kami ingin memastikan tanaman warga tumbuh optimal dan terbebas dari gangguan hama. Bhabinkamtibmas juga harus mampu menyerap persoalan petani secara langsung di lapangan,” ujarnya.»

Menurutnya, pendampingan tidak sebatas melihat kondisi tanaman. Interaksi langsung dengan petani penting untuk mengetahui berbagai kendala yang muncul sejak masa tanam hingga menjelang panen.

“Pemantauan berkala dan komunikasi dengan petani menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas sekaligus ketersediaan pangan di wilayah Tekung,” katanya.

Polsek Tekung memastikan pendampingan akan terus dilakukan. Kehadiran polisi di sektor pertanian diharapkan bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi bagian dari pengawalan berkelanjutan terhadap produksi pangan masyarakat.

Dari lahan jagung hingga pekarangan rumah, upaya tersebut menjadi bagian dari gerakan memperkuat ketahanan pangan dari tingkat paling bawah. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar