Lumajang, Suara Semeru — Jajaran Polsek Candipuro, Polres Lumajang, terus mengawal program ketahanan pangan dengan turun langsung mendampingi petani di tingkat desa.
Pendampingan dilakukan di lahan milik Jarwoto, petani di
Dusun Tumpeng Timur, Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Tanaman jagung jenis Syngenta di lahan tersebut kini tumbuh subur dan memasuki
usia 71 hari setelah tanam, Senin (17/8/2026).
Kapolsek Candipuro AKP Lugito mengatakan, keterlibatan
polisi dalam sektor pertanian merupakan bagian dari upaya mendukung Program
Asta Cita Presiden, terutama dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan.
“Kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan
masyarakat, khususnya para petani. Melalui pendampingan ini, kami mendorong
warga terus mengoptimalkan hasil pertanian,” ujar Lugito.
Menurutnya, jagung hibrida menjadi salah satu komoditas yang
potensial dikembangkan karena tidak hanya mendukung kebutuhan pangan, tetapi
juga dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.
Pemantauan tanaman juga menjadi kesempatan bagi polisi untuk
berdialog langsung dengan petani. Sejumlah kendala maupun kebutuhan di lapangan
menjadi bahan evaluasi agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Lugito menegaskan, ketahanan pangan tidak cukup hanya
mengandalkan kebijakan pemerintah. Program tersebut membutuhkan keterlibatan
bersama, mulai dari aparat, petani hingga masyarakat di tingkat desa.
“Program Asta Cita di bidang ketahanan pangan harus kita
sukseskan bersama dari tingkat desa. Tanaman jagung yang kini memasuki usia 71
hari ini menjadi salah satu bukti kerja bersama dalam mendorong kemandirian
pangan,” katanya.
Polsek Candipuro memastikan pendampingan terhadap petani
akan terus dilakukan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas
pertanian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah
Candipuro. (yon)

0 Komentar