Lumajang, Suara Semeru - Penguatan integritas dinilai menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Upaya pencegahan korupsi tidak cukup mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga perlu dibangun melalui budaya kerja yang menjunjung integritas, kepemimpinan yang bertanggung jawab, serta sistem pengawasan yang efektif.
Hal itu
mengemuka dalam kegiatan Penguatan
Integritas dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (4/8/2026). Kegiatan
tersebut diikuti kepala daerah bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah,
Inspektur, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Sekretaris
Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komjen Pol. Tomsi Tohir Balaw, menegaskan
bahwa integritas harus menjadi budaya yang tumbuh dalam setiap organisasi
pemerintahan.
"Jangan
hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga bangun lingkungan kerja yang memiliki
budaya integritas," kata Tomsi.
Menurut dia,
seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab terhadap tindakan yang
dilakukan, tetapi juga terhadap berbagai penyimpangan yang dibiarkan terjadi di
lingkungan kerjanya. Karena itu, pengawasan yang konsisten dan keberanian untuk
saling mengingatkan menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang
berintegritas.
"Pemimpin
tidak hanya bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan, tetapi juga terhadap
apa yang dibiarkan terjadi. Karena itu, pengawasan dan keberanian untuk saling
mengingatkan menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang
berintegritas," ujarnya.
Bupati
Lumajang, Indah Amperawati, menghadiri kegiatan tersebut bersama jajaran
Pemerintah Kabupaten Lumajang sebagai bentuk komitmen memperkuat tata kelola
pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan
publik.
Dalam sesi
dialog bersama pemerintah pusat, Indah menyampaikan pentingnya sinergi antara
pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar pelaksanaan pembangunan berjalan
lebih efektif.
Ia juga
berharap sektor kesehatan tetap menjadi perhatian utama pemerintah, sebagaimana
sektor pendidikan.
"Kami
berharap sektor kesehatan, sebagaimana sektor pendidikan, tetap menjadi
prioritas dalam pembangunan nasional. Kesehatan merupakan hak dasar masyarakat
sekaligus fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,"
ujar Indah.
Menurut dia,
penguatan tata kelola pemerintahan perlu diiringi kebijakan yang mampu menjawab
kebutuhan masyarakat. Kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah
dinilai penting agar setiap kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif
dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui
forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk
terus memperkuat budaya integritas, meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan
pemerintahan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mewujudkan
pelayanan publik yang profesional, transparan, dan terpercaya.(har)

0 Komentar