Lumajang, Suara Semeru - Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalokasikan sekitar Rp 1,5 miliar melalui APBD 2026 untuk membenahi dan merehabilitasi fasilitas di enam pasar rakyat.
Keenam pasar tersebut yakni Pasar Klojen, Pasar Krai
Yosowilangun, Pasar Pasirian, Pasar Kunir, Pasar Klakah, dan Pasar Senduro.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian
dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang Muhammad Ridha mengatakan,
pembenahan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing
pasar.
Selain anggaran awal, Pemkab Lumajang mendapat tambahan
anggaran sekitar Rp 700 juta melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) untuk
memperluas penanganan fasilitas pasar pada 2026.
“Pasar Klojen bangunannya sudah lama, sehingga pedagang
banyak menyampaikan keluhan. Karena itu kami lakukan intervensi melalui
perbaikan,” ujar Ridha, Rabu (12/8/2026).
Di Pasar Klojen, pemerintah melakukan perbaikan terhadap
bangunan yang sudah berusia lama sebagai respons atas kondisi fasilitas dan
keluhan pedagang.
Sementara itu, pembenahan di Pasar Kunir dilakukan dengan
menambahkan paving untuk memperbaiki akses jalan.
Adapun di Pasar Pasirian, pemeliharaan portal dilakukan
untuk membantu penataan parkir sehingga aktivitas kendaraan tidak mengganggu
kegiatan jual beli.
Pembenahan juga dilakukan di Pasar Krai Yosowilangun.
Pemerintah mendesain ulang bangunan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara
optimal.
“Kami desain ulang. Meja-meja beton dibongkar untuk dibuat
kios-kios, sekaligus memfungsikan bangunan yang sudah lama tidak dimanfaatkan
pedagang,” kata Ridha.
Bangunan lama Pasar Krai yang mengalami kerusakan juga
disiapkan untuk dibongkar agar kawasan tersebut dapat ditata kembali.
“Pelan-pelan pedagang kami tata. Kalau menempati bangunan
yang tidak layak tentu sangat berisiko. Setelah kami usulkan, akhirnya mendapat
anggaran dan kami bangun sekalian,” ujarnya.
Pembenahan fasilitas juga menyasar Pasar Klakah dan Pasar
Senduro. Pemerintah menyesuaikan bentuk penanganan dengan kondisi masing-masing
pasar.
Selain aspek bangunan dan akses, kerapian kawasan turut
menjadi perhatian. Pengecatan dilakukan di Pasar Pasirian dan Pasar Senduro
yang berada di jalur aktivitas masyarakat.
Ridha mengatakan, pembenahan pasar tidak hanya bertujuan
memperbaiki bangunan, tetapi juga menyediakan fasilitas yang mendukung
kenyamanan pedagang dan masyarakat.
Penanganan dilakukan mulai dari perbaikan bangunan, akses
jalan, penataan ruang, fasilitas parkir, hingga kerapian kawasan.
Dengan fasilitas yang semakin layak dan tertata, Pemkab Lumajang
berharap aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Pembenahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya
menjaga pasar rakyat sebagai ruang ekonomi yang dekat dengan kehidupan
sehari-hari masyarakat.(har)

0 Komentar