Lumajang, Suara Semeru - Saat sebagian besar warga masih terlelap, lampu rotator biru mobil patroli Polsek Ranuyoso memecah gelapnya dini hari. Menjelang waktu subuh, personel kepolisian menyisir sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan sebagai langkah antisipasi terhadap aksi begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), jambret, hingga berbagai bentuk kejahatan jalanan.
Patroli bertajuk Patroli Membirukan Langit itu digelar mulai
pukul 02.40 WIB pada Kamis (6/8/2026) dini hari. Sejumlah jalur utama di
wilayah Kecamatan Ranuyoso menjadi sasaran pengawasan karena kerap dilalui
kendaraan dan dinilai memiliki potensi terjadinya gangguan keamanan dan
ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dua personel, Aiptu Wahyudiono dan Aipda H. Saiful R,
diterjunkan untuk melakukan patroli mobiling sekaligus pemantauan di
titik-titik yang menjadi perhatian kepolisian. Selama patroli berlangsung,
petugas mengawasi arus lalu lintas, memonitor aktivitas masyarakat, serta
mengantisipasi setiap potensi tindak kriminal yang dapat mengganggu keamanan
warga.
Kehadiran mobil patroli dengan rotator biru yang terus
menyala menjadi penanda kehadiran aparat di lapangan. Selain memberikan rasa
aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hingga dini hari,
patroli tersebut juga diharapkan memberikan efek pencegahan sehingga pelaku
kejahatan mengurungkan niat menjalankan aksinya.
Kapolsek Ranuyoso, AKP Sajito, S.H., M.H., mengatakan
patroli pada jam-jam rawan merupakan strategi preventif yang rutin dilaksanakan
untuk menekan peluang terjadinya tindak kriminalitas.
"Patroli ini kami intensifkan menjelang subuh karena
merupakan salah satu waktu yang rawan terjadinya tindak kriminalitas, seperti
curanmor, begal, jambret maupun kejahatan jalanan lainnya. Kehadiran anggota di
lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus
mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan tidak hanya
bertujuan melakukan pengawasan, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan
perlindungan dari negara. Di sisi lain, patroli yang dilakukan secara rutin
menjadi bentuk tekanan psikologis bagi pelaku kejahatan karena mengetahui
wilayah tersebut berada dalam pengawasan aparat.
"Ketika masyarakat melihat kendaraan patroli
berkeliling, mereka akan merasa lebih tenang saat beraktivitas atau melintas
pada malam hingga dini hari. Sebaliknya, pelaku kejahatan akan berpikir dua
kali untuk melakukan aksinya karena mengetahui polisi sedang melakukan
pengawasan," jelasnya.
Selain mengantisipasi tindak kriminalitas, personel patroli
juga disiagakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami
kendala di perjalanan maupun menghadapi situasi darurat. Kepolisian mengimbau
masyarakat agar tetap waspada, segera melaporkan aktivitas mencurigakan, dan
bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah guna menekan potensi terjadinya
kejahatan. (yon)

0 Komentar