KERANJANG HIAS DAN BENDERA MAULID MARAK DIJUAL DI PASAR JELANG RABIUL AWAL


Lumajang, Suara Semeru — Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H yang jatuh pada Kamis, 27 Agustus 2026, geliat perdagangan perlengkapan Maulid mulai terasa di sejumlah pasar Kabupaten Lumajang. Pernak-pernik untuk menghias masjid, musala, hingga lingkungan kampung mulai memenuhi lapak pedagang dan menjadi buruan warga.

Keranjang hias atau kerinjing serta bendera umbul-umbul warna-warni menjadi dua jenis barang yang paling mencolok. Tradisi tersebut bukan sekadar aktivitas perdagangan musiman, tetapi juga menggambarkan kuatnya budaya masyarakat Lumajang dalam menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan suasana semarak.

Pantauan Suara Semeru, Kamis (20/8/2026) malam, salah satu kios yang menjual perlengkapan Maulid tampak dipenuhi keranjang plastik beraneka warna. Merah, biru, ungu, kuning, hingga hijau digantung berderet di bagian atas lapak, menciptakan pemandangan yang kontras dengan suasana pasar malam.

Di bagian lain, pedagang menata rumbai, pita, serta berbagai hiasan mengilap yang lazim digunakan untuk mempercantik tempat pelaksanaan pengajian dan kegiatan keagamaan.

“Biasanya mulai ramai dua minggu sebelum Maulid. Ibu-ibu sama takmir masjid pada cari buat hiasan pengajian,” ujar seorang pedagang.

Bukan Sekadar Hiasan

Menariknya, meningkatnya aktivitas belanja menjelang Maulid tidak hanya menyentuh barang-barang dekorasi. Sejumlah peralatan rumah tangga berbahan plastik, seperti baskom, ember, dan piring warna-warni, turut mengalami peningkatan permintaan.

Barang-barang tersebut umumnya disiapkan untuk menunjang tradisi masyarakat selama rangkaian kegiatan Maulid, mulai dari tahlilan, selamatan, pengajian hingga pembagian makanan atau berkat kepada warga.

Fenomena ini menunjukkan bahwa peringatan Maulid memiliki dampak ekonomi yang cukup luas di tingkat pasar tradisional. Kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada perlengkapan ibadah dan dekorasi, tetapi merambah berbagai kebutuhan pendukung kegiatan sosial-keagamaan.

Bagi pedagang, momentum Maulid menjadi salah satu periode yang dinanti karena perputaran barang meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

Pasar Malam Ikut Bergeliat

Aktivitas perdagangan semakin terlihat ketika malam tiba. Penerangan kios membuat warna-warni perlengkapan Maulid semakin menonjol. Kendaraan roda dua pengunjung terlihat silih berganti berhenti di depan lapak.

Warga datang tidak hanya untuk membeli satu jenis barang. Sebagian berbelanja dalam jumlah lebih banyak untuk kebutuhan masjid, musala, kelompok pengajian, maupun kegiatan lingkungan tingkat RT dan RW.

Harga keranjang hias yang tersedia di pasaran berkisar mulai Rp5.000 hingga Rp25.000, bergantung pada ukuran, bentuk, dan modelnya.

Pedagang memperkirakan permintaan masih akan meningkat dalam sepekan ke depan, terutama ketika masyarakat mulai memasuki tahap akhir persiapan kegiatan Maulid.

Tradisi yang Menggerakkan Ekonomi Warga

Di Lumajang, menghias lingkungan menjelang Maulid telah menjadi tradisi yang berlangsung dari tahun ke tahun. Keranjang hias, umbul-umbul, dan berbagai ornamen warna-warni dipasang sebagai bagian dari ekspresi kegembiraan masyarakat dalam menyambut peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Semarak tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi keagamaan bersinggungan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang mendapatkan momentum penjualan, sementara warga memperoleh perlengkapan untuk menghidupkan suasana Maulid di lingkungannya.

Dengan semakin dekatnya 12 Rabiul Awal, pasar perlengkapan Maulid diperkirakan akan semakin ramai. Dari lapak sederhana di pasar hingga halaman masjid dan gang-gang kampung, warna-warni pernak-pernik Maulid mulai menjadi penanda bahwa peringatan Maulid Nabi semakin dekat.

Bagi masyarakat, semarak dekorasi tersebut diharapkan bukan berhenti pada kemeriahan visual, melainkan menjadi bagian dari syiar dan penguatan tradisi kebersamaan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar