KARHUTLA GUNUNG SEMERU, 170 PENDAKI DI RANU KUMBOLO DIDAMPINGI TURUN

 


Lumajang, Suara Semeru -  Keselamatan sekitar 170 pendaki menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Tim gabungan melakukan pendampingan terhadap para pendaki yang masih berada di kawasan Ranu Kumbolo untuk memastikan mereka dapat turun dengan aman setelah muncul titik api di sekitar jalur pendakian.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi petugas melakukan penanganan kebakaran.

Titik Api Berada di Lereng Curam

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan, salah satu titik kebakaran berada di Blok Gunung Kembang, tepat di atas kawasan Ranu Kumbolo.

Lokasi kebakaran berada di medan yang curam sehingga pemadaman secara langsung oleh personel darat tidak mudah dilakukan.

"Jadi, Blok Gunung Kembang itu posisinya di atas Ranu Kumbolo atau sekitar satu jam perjalanan. Yang terbakar itu hutan dalam posisi kemiringan curam, pasukan darat tidak bisa melakukan pemadaman," kata Isnugroho, Jum’at (28/8/2026).

Di tengah kondisi tersebut, petugas memprioritaskan keselamatan pendaki yang masih berada di Ranu Kumbolo.

Pendampingan dilakukan agar para pendaki dapat keluar dari kawasan terdampak melalui jalur yang dinilai lebih aman.

Rombongan Terakhir Sudah Lewati Area Terdampak

Berdasarkan informasi Posko Karhutla Resort Ranupani, rombongan terakhir pendaki telah mencapai Pos 3 dan berhasil melewati area yang terdampak api.

Pemantauan dan pendampingan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh pendaki dapat keluar dari kawasan dengan selamat.

"Saat kebakaran terjadi, sekitar 170 pendaki masih berada di kawasan tersebut. Informasi terbaru dari Posko Karhutla Resort Ranupani menyebut rombongan terakhir telah mencapai Pos 3 dan berhasil melewati area yang terdampak api," ujar Isnugroho.

Petugas mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri memasuki kawasan Gunung Semeru selama penutupan jalur pendakian masih berlaku.

Pendaki yang berada di sekitar kawasan juga diminta mengikuti arahan petugas, termasuk jalur dan prosedur evakuasi yang telah ditentukan. Pendaki diimbau tidak bergerak sendiri ketika kawasan masih dalam penanganan karhutla.

60 Personel Dikerahkan Tangani Kebakaran

Selain melakukan pendampingan terhadap pendaki, tim gabungan mengerahkan sekitar 60 personel untuk mengendalikan api dan membuat sekat bakar di kawasan Gunung Kembang serta sekitar jalur pendakian.

Mobilisasi personel dilakukan dengan menyesuaikan kondisi medan. Sebagian akses menuju lokasi harus ditempuh dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan roda dua.

Petugas juga memantau titik api baru yang terpantau di kawasan Bantengan Jantur.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan sehingga titik api baru dapat segera ditindaklanjuti.

Water Bombing Terkendala Cuaca

Sementara itu, upaya pemadaman dari udara masih mempertimbangkan kondisi cuaca.

Rencana water bombing menggunakan pesawat PK-DAP belum dapat dilaksanakan karena faktor cuaca. Pesawat tersebut kemudian mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh.

Penanganan karhutla melibatkan BPBD, Polsek, Koramil, pemangku kawasan TNBTS, serta relawan.

Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memperkuat pengendalian kebakaran sekaligus memastikan proses penurunan pendaki berlangsung aman.

"Yang kita lakukan hari ini bersama-sama dengan pihak Polsek dan Koramil, tentu juga dengan pemangku kawasan TNBTS beserta relawan untuk membantu 170 pendaki di Ranu Kumbolo untuk turun," pungkas Isnugroho.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa situasi kawasan pendakian dapat berubah sewaktu-waktu, terutama ketika terjadi karhutla.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dan mematuhi penutupan kawasan. Langkah tersebut penting untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus membantu petugas memusatkan penanganan di lokasi terdampak.

Penanganan karhutla di kawasan Gunung Semeru terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pengunjung, penguatan personel, pemantauan titik api, serta koordinasi lintas sektor sesuai kondisi di lapangan.(har)

 


Posting Komentar

0 Komentar