KAPOLRES LUMAJANG TEMBUS LERENG TNBTS DENGAN MOTOR TRAIL, PIMPIN LANGSUNG PENYEKATAN API DI PERBATASAN

Lumajang, Suara Semeru – Deru mesin motor trail memecah kesunyian lereng pegunungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di balik kepulan debu yang beterbangan, Kapolres Lumajang AKBP Riki Rayiandi, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung perjalanan menuju Blok Bantengan, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, salah satu titik strategis yang kini menjadi garis pertahanan terakhir agar kobaran api dari wilayah Kabupaten Probolinggo tidak merambat memasuki Kabupaten Lumajang.

Di kejauhan, asap putih keabu-abuan masih menggantung di lereng pegunungan. Musim kemarau yang mengeringkan vegetasi menjadikan setiap hembusan angin berpotensi mengubah arah kobaran api. Situasi itulah yang mendorong jajaran Polres Lumajang bersama Balai Besar TNBTS memperkuat langkah mitigasi sebelum kebakaran meluas.

Perjalanan menuju lokasi bukan perkara mudah. Jalur berbatu, tanjakan terjal, serta kontur pegunungan yang ekstrem hanya dapat ditembus menggunakan kendaraan trail. Namun, medan berat tidak menyurutkan langkah tim gabungan yang ingin memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengevaluasi efektivitas sekat bakar (fire break) yang telah dibangun sebagai penghalang alami laju api.

Kapolres didampingi Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno, para pejabat utama Polres Lumajang, personel kepolisian, serta petugas Balai Besar TNBTS. Setibanya di lokasi, rombongan langsung melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan dan meninjau jalur penyekatan yang menjadi benteng utama untuk melindungi kawasan hutan di wilayah Lumajang.

Di tengah hamparan semak dan ilalang yang mengering akibat kemarau panjang, AKBP Riki Rayiandi menginstruksikan agar pembangunan fire break darurat terus diperkuat pada sejumlah titik yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap perambatan api.

"Kami saat ini sedang melakukan monitoring, mitigasi, dan antisipasi pencegahan terkait dengan kebakaran hutan di wilayah TNBTS," ujar AKBP Riki Rayiandi, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan kebakaran yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo tidak menjalar melintasi batas administratif menuju kawasan hutan maupun permukiman di Kabupaten Lumajang.

"Hari ini kami bersama Balai Besar TNBTS melakukan pengecekan langsung ke lapangan sekaligus memastikan penyekatan api berjalan dengan baik agar kebakaran tidak merambat ke wilayah Lumajang," katanya.

Hingga kini, titik api masih terpantau berada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Namun kondisi vegetasi yang sangat kering, ditambah perubahan arah angin yang sulit diprediksi, membuat potensi perluasan kebakaran tetap menjadi ancaman serius. Karena itu, patroli darat dan pemantauan intensif terus dilakukan sebagai langkah antisipasi.

"Kondisi vegetasi yang cukup kering membuat potensi perambatan api tetap harus diwaspadai. Karena itu patroli, monitoring, serta penyekatan akan terus dilakukan secara berkala," jelasnya.

Selama peninjauan, personel gabungan menyisir sejumlah jalur yang diperkirakan dapat menjadi lintasan api apabila arah angin berubah. Setiap perkembangan di lapangan dipantau secara berkala sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk penambahan titik penyekatan apabila diperlukan.

Di sisi lain, Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar tidak mengabaikan faktor keselamatan. Medan pegunungan yang curam, suhu udara yang tinggi, serta paparan asap menjadi tantangan tersendiri dalam operasi penanganan kebakaran hutan.

"Saya meminta seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap waspada terhadap perkembangan situasi di lapangan, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan," tegasnya.

AKBP Riki menilai pengendalian kebakaran hutan tidak mungkin dilakukan oleh satu institusi semata. Dibutuhkan sinergi antara Polri, Balai Besar TNBTS, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif serta mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

"Hingga saat ini api masih berada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Namun kami tetap bersiaga penuh agar kebakaran tidak meluas ke Kabupaten Lumajang. Upaya mitigasi akan terus dilakukan bersama seluruh pihak terkait," pungkasnya.

Di lereng TNBTS yang masih diselimuti asap, setiap jalur penyekatan yang dibuka menjadi garis pertahanan untuk menahan laju kobaran api. Bagi tim gabungan yang berjibaku di lapangan, pekerjaan mereka bukan sekadar memadamkan ancaman kebakaran, melainkan menjaga agar hutan konservasi, ekosistem pegunungan, dan permukiman warga di Lumajang tetap terlindungi. Selama ancaman itu belum benar-benar berakhir, patroli, pemantauan, dan penguatan sekat bakar akan terus dilakukan sebagai benteng pertama menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar