DI BALIK KASUS SUAMI DIANIAYA ISTRI DI LUMAJANG, KONDISI KORBAN MASIH DIPANTAU DOKTER

 

Lumajang, Suara Semeru — Seorang pria berinisial FA, warga Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, harus menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan istrinya sendiri, AY.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (14/8/2026). FA mengalami luka serius setelah bagian vitalnya diduga dipotong oleh AY yang disebut terbakar cemburu.

Usai kejadian, FA dilarikan ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisinya hingga kini masih dalam pemantauan tim dokter.

Humas RSUD dr Haryoto Lumajang, dr Yanna Susanti, mengatakan FA sempat mendapat penanganan darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien langsung menjalani tindakan medis di kamar operasi.

“Pasien saat datang ke IGD RSUD dr Haryoto langsung dilakukan tindakan di kamar operasi oleh dokter spesialis urologi,” kata Yanna, Selasa, 18 Agustus 2026.

Setelah menjalani tindakan operasi, FA kini dipindahkan ke ruang perawatan. Yanna menyebut kondisi luka korban mulai menunjukkan perbaikan, meski pasien masih merasakan nyeri.

“Saat ini korban masih menjalani perawatan di RS, korban masih mengalami nyeri namun untuk luka sudah mulai membaik,” ujarnya.

Tim medis masih melakukan pemantauan dan observasi terhadap kondisi pasien. Pengobatan juga terus diberikan untuk mendukung proses pemulihan.

Menurut Yanna, FA saat ini masih mendapatkan terapi antibiotik serta obat untuk mengurangi rasa nyeri. Kondisi pasien juga terus dipantau seiring dimulainya latihan mobilisasi secara bertahap.

“Pasien juga sudah mulai menjalani latihan mobilisasi duduk aktif secara bertahap,” jelasnya.

Perawatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pasien tetap stabil sekaligus mendukung proses pemulihan setelah menjalani tindakan medis.

Yanna berharap kondisi FA terus membaik hingga akhirnya dapat pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti semula.

“Dokter saat ini masih melakukan pengobatan terhadap pasien, mudah-mudahan segera sembuh,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan AY, fakta mengenai kronologi lengkap dan motif kejadian masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan aparat penegak hukum. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar