Lumajang, Suara Semeru — Deretan tanaman jagung yang mulai menghijau di Desa Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe, menjadi saksi langkah sederhana yang membawa pesan besar. Di sela aktivitas para petani yang merawat tanaman, tampak sosok berseragam polisi menyusuri pematang sawah, menyapa warga, dan berdiskusi tentang hasil panen serta tantangan yang mereka hadapi.
Ia adalah Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo, Aiptu Rudi Susanto,
yang memilih hadir langsung di tengah ladang, bukan sekadar menjalankan tugas
keamanan, tetapi juga ikut mengawal keberhasilan Program Ketahanan Pangan
Presiden RI melalui Asta Cita.
Bagi para petani, kehadiran Bhabinkamtibmas bukan hanya
simbol negara yang hadir hingga pelosok desa. Kehadirannya menjadi ruang
bertukar pikiran, tempat menyampaikan keluhan, sekaligus penyemangat agar
semangat bertani tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan.
Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada pemantauan
pertumbuhan jagung. Warga juga diajak memanfaatkan pekarangan rumah sebagai
sumber pangan bergizi, sehingga kebutuhan pangan keluarga dapat dipenuhi secara
mandiri sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.
Kapolsek Pasrujambe, AKP Sujianto, S.H., mengatakan peran
Bhabinkamtibmas kini semakin luas. Selain menjaga keamanan dan ketertiban
masyarakat, mereka juga menjadi mitra warga dalam mendukung program strategis
pemerintah, termasuk mewujudkan swasembada pangan.
"Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, kami ingin
memastikan Program Ketahanan Pangan Asta Cita benar-benar dirasakan manfaatnya
oleh masyarakat. Kehadiran Polri di lapangan bukan sekadar mengawasi, tetapi
mendampingi dan memotivasi warga agar mampu mengoptimalkan potensi pertanian
yang dimiliki," ujarnya, Rabu 22 Juli 2026.
Menurutnya, pendekatan humanis menjadi kunci membangun
kepercayaan masyarakat. Interaksi yang terjalin di ladang membuat komunikasi
antara polisi dan petani berlangsung lebih akrab, sehingga berbagai persoalan
di lapangan dapat didiskusikan dan dicarikan solusi bersama.
Di Desa Sukorejo, langkah-langkah kecil seperti menyusuri
kebun jagung, berdialog dengan petani, hingga mendorong pemanfaatan pekarangan,
menjadi bagian dari upaya besar menjaga ketahanan pangan dari desa. Sebab,
swasembada pangan tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari
kebersamaan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat yang bekerja berdampingan
di atas tanah yang sama. (yon)

0 Komentar