Lumajang, Suara Semeru - Program seragam gratis bagi siswa baru SD dan SMP negeri di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, belum dapat direalisasikan pada awal tahun ajaran 2026/2027. Pemerintah Kabupaten Lumajang masih menyusun perencanaan program tersebut sembari menunggu data final jumlah peserta didik baru.
Akibatnya, meski masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS)
telah dimulai sejak 13 Juli 2026 dan kegiatan belajar mengajar segera
berlangsung, para siswa baru dipastikan belum menerima seragam gratis dari
pemerintah.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meminta para orangtua
tidak terburu-buru membeli seragam baru. Ia mengimbau masyarakat menunggu
hingga program seragam gratis direalisasikan.
"Jadi kalau yang masuk SD pakai seragam TK, yang SMP
pakai seragam SD, atau kalau mau pinjam seragam bekas kakaknya atau saudaranya
juga boleh," kata Indah.
Indah menegaskan, pemerintah telah meminta seluruh sekolah negeri
di Lumajang tidak mewajibkan orangtua membeli seragam baru selama program
tersebut belum terlaksana. Menurut dia, siswa diperbolehkan mengenakan seragam
dari jenjang pendidikan sebelumnya atau meminjam seragam milik saudara agar
tidak membebani orangtua.
"Ya seharusnya seperti itu, sekolah tidak menyuruh
orangtua beli seragam. Tunggu seragam gratis dari pemerintah," ujarnya.
Indah menjelaskan, keterlambatan pelaksanaan program
disebabkan pemerintah daerah belum memiliki data final jumlah siswa baru yang
diterima pada tahun ajaran 2026/2027. Ia mengatakan, banyaknya pilihan sekolah
negeri maupun swasta di Kabupaten Lumajang membuat jumlah peserta didik yang
akan menerima bantuan seragam tidak dapat diperkirakan sejak awal.
"Kita tidak bisa taksir berapa siswa yang masuk, jadi
kita tunggu data pasti berapa yang terjaring dalam SPMB, baru kemudian kita
rencanakan penganggarannya," kata Indah.
Setelah data jumlah peserta didik baru selesai dihimpun,
Pemerintah Kabupaten Lumajang akan menyusun kebutuhan anggaran sebagai dasar
pelaksanaan program seragam gratis tersebut. Pemerintah berharap proses
pendataan dapat segera rampung sehingga pengadaan seragam gratis bagi siswa
baru SD dan SMP negeri dapat direalisasikan secepatnya tanpa membebani orangtua
selama masa awal pembelajaran. (Har)

0 Komentar