Lumajang, Suara Semeru – Pengamanan kegiatan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung (MGSA), Kecamatan Senduro, pada Rabu (8/7/2026), tidak sekadar memastikan kelancaran ibadah umat Hindu. Kehadiran aparat gabungan juga menjadi wujud nyata komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di Kabupaten Lumajang.
Ratusan umat Hindu
mengikuti rangkaian persembahyangan di salah satu pura terbesar di Jawa Timur
tersebut. Untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat dan kendaraan
di sekitar lokasi, personel gabungan dari Polsek Rayon Barat, Satuan Lalu Lintas
Polres Lumajang, Koramil Senduro, Pecalang Pura, serta Satuan Keamanan Desa
(SKD) Senduro diterjunkan mengamankan jalannya kegiatan.
Sebelum bertugas,
seluruh personel mengikuti apel gabungan yang dipimpin Ps. Kanit Patroli Polsek
Senduro, Aiptu Ari Rahmad Wibowo, S.H. Selanjutnya, petugas ditempatkan di
sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk kawasan pura hingga ruas jalan
utama, untuk mengatur arus lalu lintas, membantu mobilitas jamaah, sekaligus
mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Kapolsek Senduro,
AKP Wahono Pudji Santoso, S.H., mengatakan pengamanan merupakan bagian dari
pelayanan Polri dalam memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat yang
menjalankan ibadah.
"Pengamanan ini
merupakan komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada umat Hindu yang
sedang melaksanakan Piodalan. Kami juga bersinergi dengan TNI, Pecalang, dan
unsur pengamanan lainnya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,"
ujarnya.
Menurutnya,
keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat, tetapi
juga kolaborasi seluruh unsur pengamanan dan kedisiplinan masyarakat. Sinergi
tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana ibadah yang khusyuk
sekaligus menjaga kelancaran aktivitas di sekitar kawasan wisata religi
tersebut.
Selama rangkaian
Piodalan berlangsung, situasi di kawasan Pura Mandara Giri Semeru Agung
terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas di depan area pura tetap lancar
berkat pengaturan yang dilakukan personel gabungan, sehingga tidak terjadi
kemacetan maupun gangguan keamanan yang berarti.
AKP Wahono
mengapresiasi seluruh personel pengamanan serta masyarakat yang turut menjaga
ketertiban selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, keberhasilan pengamanan
menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat keamanan, Pecalang, dan masyarakat
mampu menciptakan ruang ibadah yang aman, nyaman, sekaligus memperkuat
nilai-nilai toleransi dan harmoni di tengah keberagaman Kabupaten Lumajang.
"Kami mengucapkan
terima kasih kepada seluruh personel pengamanan dan masyarakat yang telah
bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban. Alhamdulillah, kegiatan
berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan yang
berarti," pungkasnya. (yon)

0 Komentar