Lumajang, Suara Semeu – Menjaga keamanan wilayah tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran aparat kepolisian. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penentu dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Berangkat dari pendekatan tersebut, Polsek Tekung, Polres Lumajang, terus mengintensifkan patroli sambang desa sebagai langkah preventif untuk memperkuat sinergi dengan warga.
Minggu (5/7/2026) malam hingga Senin (6/7/2026) dini hari,
personel Polsek Tekung melaksanakan patroli menggunakan mobil dinas dengan menyusuri
sejumlah kawasan permukiman di Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung, Kabupaten
Lumajang. Patroli tidak hanya berfokus pada pemantauan situasi wilayah, tetapi
juga menjadi sarana membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Dalam setiap titik kunjungan, petugas berdialog dengan warga
guna menyerap informasi mengenai kondisi keamanan di lingkungan sekitar.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan imbauan agar masyarakat
meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, memperkuat
kepedulian sosial, serta tidak bersikap apatis terhadap setiap aktivitas yang
mencurigakan.
Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian
apabila menemukan indikasi gangguan keamanan maupun peristiwa yang berpotensi
mengganggu ketertiban masyarakat. Pelaporan dini dinilai menjadi langkah
penting agar aparat dapat melakukan tindakan pencegahan sebelum gangguan
berkembang menjadi tindak pidana.
Kapolsek Tekung AKP Eka Nurprianto Zen, S.Tr.K., S.I.K.,
menegaskan bahwa patroli sambang merupakan implementasi strategi pemolisian
yang mengedepankan pendekatan humanis sekaligus memperkuat kemitraan dengan
masyarakat.
"Kegiatan patroli sambang ini bertujuan untuk
memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif, sekaligus membangun
komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk
bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu memberikan informasi
apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas," ujarnya.
Menurutnya, keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab
bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara kepolisian dan
masyarakat. Semakin kuat komunikasi yang terbangun, semakin besar peluang
mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
"Dengan adanya kerja sama yang baik antara Polri dan
masyarakat, setiap potensi gangguan keamanan dapat dideteksi lebih dini
sehingga dapat segera dilakukan langkah pencegahan. Kehadiran anggota di
lapangan juga diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,"
pungkasnya.
Patroli sambang desa menjadi bagian dari strategi preventif
Polres Lumajang dalam memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat. Selain
menjaga stabilitas kamtibmas, pola pendekatan ini juga bertujuan membangun
kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian melalui kehadiran personel
secara langsung di tengah aktivitas warga.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, komunikasi
dua arah antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam
menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif secara berkelanjutan. (yon)

0 Komentar