Lumajang, Suara Semeru - Kondisi infrastruktur jalan nasional yang memadai ternyata belum sepenuhnya menjamin keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Jalan Raya Lumajang-Probolinggo, khususnya di kawasan
Kedungjajang, yang memiliki permukaan jalan mulus, lebar, dan relatif lurus,
justru menjadi salah satu lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Kondisi tersebut
dinilai membuat sebagian pengendara terlena hingga mengabaikan faktor
keselamatan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu
Ardiana, SH, mengatakan Jalan Raya Kedungjajang KM 18 masih menjadi titik
blackspot atau kawasan dengan tingkat kerawanan kecelakaan tertinggi.
"Titik blackspot masih sama seperti di akhir tahun
2025, yakni di sepanjang Jalan Raya Kedungjajang KM 18," ujar Dendy, Kamis
( 30/7/2026).
Menurut dia, karakteristik jalan yang nyaman justru menjadi
salah satu faktor penyebab meningkatnya risiko kecelakaan. Pengendara cenderung
memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi karena kondisi jalan yang mendukung.
"Jalannya cukup baik dan nyaman, sehingga pengendara
mudah lalai dan terlena. Berbeda dengan jalur lain yang menuntut konsentrasi
lebih tinggi," jelasnya.
Penetapan KM 18 sebagai kawasan blackspot, kata Dendy,
dilakukan berdasarkan pemetaan jumlah kejadian kecelakaan serta tingkat
fatalitas korban. Data tersebut terus diperbarui secara berkala untuk
menentukan langkah penanganan yang tepat.
"Lokasi titik blackspot itu sudah kita perbarui setiap
bulan melalui sistem Integrated Road Safety Management System (IRMS), untuk
memastikan langkah antisipasi yang akurat," tegasnya.
Untuk menekan angka kecelakaan di jalur tersebut, Satlantas
Polres Lumajang menerapkan pengawasan berlapis. Selain melakukan pemantauan
terhadap perilaku pengendara, petugas juga rutin menggelar patroli sebagai
langkah preemtif dan preventif.
Polisi juga menggandeng sejumlah pihak terkait, mulai dari
Dinas Perhubungan hingga komunitas dan pemerhati jalan. Kolaborasi tersebut
dilakukan melalui Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) untuk membahas berbagai
persoalan keselamatan jalan.
"Kita juga melibatkan Dishub, pihak-pihak terkait
hingga komunitas dan pemerhati jalan untuk menekan laka lantas. Semua hal
terkait kondisi di jalan selalu dibahas dalam Forum Komunikasi Lalu Lintas
(FKLL)," pungkas Dendy.
Dengan berbagai upaya tersebut, kepolisian berharap angka
kecelakaan di jalur yang kerap disebut "jalur tengkorak" itu dapat
terus ditekan dan tidak lagi menelan korban jiwa.(har)

0 Komentar