Lumajang, Suara Semeru – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan peristiwa bunuh diri di kawasan Jembatan Besuk Kobokan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, beredar luas di berbagai platform media sosial pada Senin (13/7/2026) malam. Video tersebut sontak mengundang perhatian dan keprihatinan masyarakat.
Dalam rekaman berdurasi singkat itu, tampak sebuah tas yang diduga milik korban masih berada di atas jembatan. Sementara di bagian dasar jembatan terlihat seseorang yang diduga merupakan korban tergeletak. Hingga berita ini ditulis, identitas maupun penyebab pasti peristiwa tersebut masih belum dapat dipastikan.
“Anyar sian iki rek, ya Allah,” ucap seorang perempuan yang terdengar dalam video saat merekam kondisi di lokasi kejadian.
Radio Semeru FM telah berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.
Di sisi lain, warga Kecamatan Candipuro, Rangga, berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar penyebab kejadian dapat terungkap secara objektif dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
“Masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari kepolisian agar informasi yang diterima benar dan tidak menyesatkan,” ujarnya.
Hingga saat ini, lokasi kejadian masih menjadi perhatian warga. Aparat diharapkan segera memberikan penjelasan resmi guna memastikan kronologi maupun fakta-fakta yang sebenarnya terkait peristiwa tersebut.
Sementara Kapolsek Candipuro AKP Lugito mengatakan jenazah
korban telah dievakuasi ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk menjalani proses
identifikasi lebih lanjut.
Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan identitas
korban. Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan
dokumen identitas maupun barang yang dapat mengungkap jati diri korban.
Meski demikian, polisi menegaskan bahwa dugaan tersebut
masih bersifat sementara. Aparat masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil
pemeriksaan di lokasi, serta menunggu hasil identifikasi dan pemeriksaan medis
untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Untuk mempercepat proses identifikasi, kepolisian mengimbau
masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke
kantor polisi terdekat atau menghubungi Polsek Candipuro. Laporan dari
masyarakat diharapkan dapat membantu mengungkap identitas korban sehingga
penanganan perkara dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai identitas maupun penyebab kematian korban sebelum hasil penyelidikan dan identifikasi resmi diumumkan. (yon)


0 Komentar