Lumajang, Suara Semeru - Bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang, membangun keluarga bukan sekadar menjalankan program, tetapi menjadi fondasi untuk menyiapkan generasi yang lebih berkualitas. Komitmen itu kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional setelah Kabupaten Lumajang memborong empat penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).
Empat penghargaan tersebut mencakup kategori Inovasi dan
Program Unggulan Bupati, capaian peserta Keluarga Berencana (KB) di atas 100
persen, Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, serta Inovasi dan Program Unggulan
Tim Penggerak PKK Kabupaten. Capaian itu mengantarkan Lumajang masuk dalam
jajaran 30 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih empat penghargaan
sekaligus.
Di balik deretan penghargaan tersebut, tersimpan kerja
bersama yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari pemerintah daerah, Tim Penggerak
PKK, tenaga kesehatan, penyuluh KB, hingga masyarakat, seluruhnya berkontribusi
dalam menguatkan program pembangunan keluarga di Lumajang.
"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti bahwa
kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, penyuluh KB,
hingga masyarakat berjalan dengan sangat baik. Ini bukan hanya prestasi
pemerintah, tetapi prestasi seluruh masyarakat Lumajang," ujar Wakil
Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, usai menghadiri Peringatan Hari Keluarga
Nasional (Harganas) ke-33 di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Bagi Yudha, penghargaan tersebut mencerminkan keseriusan
Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menjadikan keluarga sebagai titik awal
pembangunan sumber daya manusia. Berbagai inovasi terus dikembangkan agar
program kependudukan, keluarga berencana, dan pemberdayaan keluarga tidak
berhenti pada target administratif, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat
bagi masyarakat.
Peran Tim Penggerak PKK juga dinilai menjadi salah satu
kekuatan utama. Bersama para kader hingga tingkat desa, organisasi tersebut
konsisten mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan keluarga, pencegahan
stunting, ketahanan pangan keluarga, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan
warga.
Meski berhasil meraih pengakuan nasional, Yudha menegaskan
penghargaan bukanlah garis akhir. Sebaliknya, capaian itu menjadi motivasi
untuk terus memperkuat inovasi, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan
kualitas pelayanan kepada masyarakat agar manfaat program pembangunan keluarga
semakin dirasakan di setiap lapisan.
Selain Lumajang, sejumlah daerah lain di Jawa Timur, seperti
Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, dan Blitar, juga berhasil membawa pulang
empat penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN pada ajang yang sama. (yon)

0 Komentar