Lumajang, Suara semeru - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Lumajang mulai menyusun langkah untuk menghidupkan kembali pasar tradisional setelah kepengurusan periode 2026–2031 resmi dilantik. Organisasi itu akan memperkuat struktur hingga tingkat komisariat pasar guna memetakan persoalan yang dihadapi para pedagang.
Ketua APPSI Lumajang Joni Volker mengatakan, agenda utama
dalam waktu dekat adalah menghimpun aspirasi pedagang di setiap pasar. Hasil
pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program kerja di tingkat
kabupaten sekaligus bahan koordinasi dengan pengurus wilayah dan pusat.
"Program yang mendesak harus kami lakukan adalah
menjaring aspirasi. Apa yang menjadi persoalan-persoalan di lapangan, di pasar,
nanti akan kami akomodir," kata Joni, Ahad, 12 Juli 2026.
Menurut dia, pasar tradisional kini menghadapi tantangan
besar seiring berkembangnya perdagangan digital. Persaingan dengan platform
belanja daring membuat sebagian pedagang mengalami penurunan omzet, bahkan
tidak sedikit yang memilih menutup usahanya.
Karena itu, APPSI berupaya memperkuat jumlah anggota dan
memperluas jaringan organisasi agar penyerapan aspirasi pedagang lebih efektif.
"Jumlah anggota akan kita maksimalkan agar mudah menyerap aspirasi,"
ujarnya.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah APPSI Jawa Timur, Adi
Sucipto, mengatakan pihaknya juga tengah menyusun program kerja yang mengacu
pada arahan Dewan Pembina APPSI, Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut,
kata dia, diharapkan mampu menghadirkan solusi ekonomi yang sederhana dan dapat
dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami diminta untuk segera membuat program supaya bisa
sederhana tapi bisa dinikmati oleh masyarakat," kata Adi.
Salah satu konsep yang sedang dikaji ialah pengembangan
pasar tematik, seperti pasar malam atau hari pasaran tertentu. Menurut Adi, konsep
tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah dan dinilai mampu menarik lebih
banyak pengunjung.
APPSI berharap formulasi serupa dapat diterapkan di Lumajang
untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan kembali
aktivitas ekonomi di pasar tradisional.
"Di beberapa daerah ada hari pasaran, yang mana pasar
itu buka pada hari-hari tertentu. Kita akan rumuskan formula-formulanya supaya
pedagang pasar tradisional bisa bangkit," ujar Adi.(har)

0 Komentar