PEMKAB LUMAJANG INGATKAN PENAMBANG WASPADAI LETUPAN SEKUNDER MATERIAL VULKANIK SEMERU

 

Lumajang, Suara Semeru -  Pemerintah Kabupaten Lumajang mengingatkan masyarakat, khususnya para penambang, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya letupan sekunder material vulkanik Gunung Semeru di kawasan aliran lahar dan area penambangan.

Peringatan tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyusul insiden yang menimpa seorang penambang di kawasan aliran material Semeru. Menurut dia, kejadian itu menjadi pengingat bahwa ancaman di sekitar gunung api aktif tidak hanya berasal dari erupsi maupun awan panas guguran, tetapi juga dari timbunan material vulkanik yang masih menyimpan panas.

"Bunda Indah" menjelaskan, material yang terbawa dari lereng Gunung Semeru dapat tetap memiliki suhu tinggi dalam kurun waktu tertentu. Dalam kondisi tertentu, timbunan material tersebut berpotensi memicu letupan sekunder yang membahayakan masyarakat yang beraktivitas terlalu dekat, terutama di area penambangan.

"Jangan pernah menganggap timbunan material di kawasan Semeru sepenuhnya aman. Material itu bisa saja masih panas dan dalam kondisi tertentu menimbulkan bahaya bagi masyarakat, khususnya penambang," ujar Indah, Senin 22 Juni 2026.

Menurut Indah, pemahaman mengenai karakter bahaya material vulkanik menjadi sangat penting, terutama bagi warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar aliran Besuk Kobokan dan kawasan penambangan lainnya. Material yang tampak diam atau telah mengendap, kata dia, belum tentu sepenuhnya aman untuk didekati maupun ditambang.

Ia menambahkan, risiko di kawasan Semeru juga dapat meningkat ketika hujan turun di wilayah puncak dan lereng gunung. Air hujan berpotensi menggerakkan material yang tersimpan di aliran sungai sehingga menambah ancaman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur lahar maupun area penambangan.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya memperhatikan informasi mengenai erupsi atau awan panas, tetapi juga memahami risiko yang ditimbulkan oleh material vulkanik sisa erupsi yang masih berada di sepanjang aliran sungai dan kawasan penambangan.

"Kewaspadaan tidak cukup hanya saat terjadi erupsi. Material yang tersisa di jalur aliran juga harus dipahami sebagai bagian dari potensi bahaya yang perlu diwaspadai bersama," tegasnya.

Indah menilai edukasi kebencanaan perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai karakter ancaman di kawasan gunung api aktif. Dengan pemahaman tersebut, warga diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama unsur kebencanaan dan para pemangku kepentingan, lanjut dia, akan terus memperkuat penyebarluasan informasi serta imbauan keselamatan kepada masyarakat.

Menurut Indah, mitigasi bencana tidak hanya berbicara mengenai upaya saat erupsi terjadi, tetapi juga mencakup kewaspadaan terhadap berbagai risiko turunan yang muncul setelahnya.

Melalui peningkatan literasi kebencanaan, kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan, serta kewaspadaan dalam beraktivitas, masyarakat di sekitar kawasan Semeru diharapkan tetap dapat menjalankan kegiatan ekonomi secara produktif sekaligus lebih terlindungi dari potensi risiko bencana.(har)


Posting Komentar

0 Komentar