LEBIH DARI PERTUNJUKAN, SEGORO TOPENG KALIWUNGU DAN JARAN KENCAK PERKUAT IDENTITAS BUDAYA LUMAJANG

 

Lumajang, Suara Semeru - Tradisi budaya pesisir yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Lumajang kembali digelar melalui Segoro Topeng Kaliwungu dan Jaran Kencak 2026. Agenda tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di kawasan Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian.

Lebih dari sekadar pertunjukan budaya, kegiatan ini menjadi ruang pelestarian tradisi yang mempertemukan nilai spiritual, seni, dan kehidupan masyarakat pesisir. Prosesi Segoro Topeng Kaliwungu yang sarat simbol penghormatan kepada leluhur akan berpadu dengan atraksi Jaran Kencak, kesenian khas Lumajang yang merepresentasikan keterampilan, irama, dan identitas budaya masyarakat agraris.

Di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup, keberlangsungan agenda budaya ini dinilai memiliki peran penting dalam menjaga memori kolektif sekaligus memperkuat identitas daerah. Tradisi tidak hanya dipertontonkan, tetapi diwariskan sebagai pengetahuan dan nilai yang tetap relevan bagi generasi muda.

Dampak penyelenggaraan acara juga dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Riski, warga setempat, mengatakan meningkatnya jumlah pengunjung saat agenda budaya berlangsung turut menggerakkan ekonomi lokal.

“Kalau ada kegiatan seperti ini, biasanya pengunjung meningkat. Pedagang, pelaku UMKM, hingga warga sekitar ikut merasakan manfaatnya. Jadi bukan hanya soal hiburan atau budaya, tetapi juga membantu perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya, Jum’at (5/6/2026).

Pemerhati seni dan budaya, Teguh E.J, mengapresiasi konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan agenda tersebut. Menurutnya, ruang-ruang budaya memiliki fungsi strategis sebagai sarana edukasi dan penguatan karakter daerah di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Pelaksanaan Segoro Topeng Kaliwungu dan Jaran Kencak setiap tahun merupakan langkah positif dalam upaya melestarikan budaya daerah. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun,” katanya.

Teguh menegaskan, pelestarian budaya tidak cukup berhenti pada seremoni tahunan. Keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi muda, menjadi kunci agar tradisi tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Melalui penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu dan Jaran Kencak 2026, Lumajang tidak hanya menegaskan kekayaan tradisi yang dimilikinya, tetapi juga membuka peluang penguatan pariwisata budaya, ekonomi kreatif, serta kebanggaan masyarakat terhadap warisan daerah. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar