DI TENGAH HAMPARAN JAGUNG, POLISI CANDIPURO DAN PETANI MERAWAT ASA SWASEMBADA PANGAN


Lumajang, Suara Semeru – Pagi belum terlalu tinggi ketika dua anggota Polsek Candipuro melangkah menyusuri pematang sawah di Dusun Sumberrejo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Candipuro, Jum’at (5/6/2026).

Di antara hamparan tanaman jagung yang mulai menghijau, mereka tidak datang untuk menjalankan tugas keamanan seperti biasanya, melainkan ikut mendampingi petani merawat tanaman yang kelak menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.

Di lahan milik Mustaram, seorang petani setempat, Aiptu Alex dan Brigadir Arief Setiawan tampak berbaur dengan warga. Bersama-sama mereka melakukan pemeliharaan tanaman jagung varietas Advanta yang telah memasuki usia tanam 30 hari. Aktivitas pemupukan yang dilakukan pagi itu menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman agar menghasilkan panen optimal.

Pemandangan polisi yang turun langsung ke sawah mungkin tidak lazim bagi sebagian orang. Namun di Candipuro, kehadiran mereka menjadi simbol pendekatan baru dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Peran kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga ikut mendorong produktivitas sektor yang menjadi tumpuan hidup warga.

"Kami ingin warga tani di sini tetap semangat untuk mewujudkan swasembada pangan. Karena itu, kami senantiasa memberikan pendampingan langsung di lapangan, termasuk membantu proses pemupukan," ujar Aiptu Alex di sela kegiatan.

Bagi masyarakat agraris seperti di Candipuro, keberhasilan panen bukan sekadar persoalan hasil ekonomi. Panen yang baik menjadi penopang kehidupan keluarga, keberlangsungan usaha tani, hingga stabilitas pangan di tingkat desa. Karena itu, pendampingan yang dilakukan Polisi Penggerak Ketahanan Pangan menjadi bentuk dukungan nyata agar petani tidak berjalan sendiri menghadapi berbagai tantangan pertanian.

Langkah tersebut juga merupakan implementasi program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden RI. Program ini menempatkan desa sebagai fondasi utama dalam membangun kemandirian pangan dari tingkat paling dasar.

Kapolsek Candipuro, AKP Lugito, S.H., menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis pemerintah sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kehadiran personel kami di lapangan, khususnya Polisi Penggerak Ketahanan Pangan, adalah bentuk komitmen penuh Polri dalam mengawal dan menyukseskan program Asta Cita Presiden. Kami ingin memastikan program ketahanan pangan ini berjalan berkelanjutan, bukan sekadar formalitas," tegasnya.

Menurut AKP Lugito, pendampingan tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Monitoring akan dilakukan secara berkala mulai dari masa tanam, perawatan, hingga panen. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan risiko kegagalan hasil.

Di tengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga, dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Ketahanan pangan tidak lagi menjadi tanggung jawab petani semata, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk aparat negara.

Karena itulah, kehadiran polisi di tengah hamparan jagung Desa Sumberrejo memiliki makna lebih luas daripada sekadar kegiatan pendampingan. Ia menjadi gambaran bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan dimulai dari kerja bersama di tingkat akar rumput, dari lahan-lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat desa.

Melalui pendampingan yang konsisten, Polsek Candipuro berharap sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin kuat. Dari sawah-sawah di pelosok desa itulah harapan akan ketahanan pangan nasional dibangun tumbuh bersama batang-batang jagung yang kelak siap dipanen untuk memperkuat kemandirian bangsa. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar