Lumajang, Suara Semeru – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 menuai keluhan dari masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih sulit, kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut dianggap semakin menambah beban pengeluaran warga.
Sejumlah pengendara yang mengisi bahan bakar di SPBU Jalan
Lingkar Timur (JLT) Lumajang mengaku terkejut dengan penyesuaian harga yang
diberlakukan. Mereka menilai kenaikan tersebut terjadi pada saat daya beli masyarakat
belum sepenuhnya pulih.
Bayu Angga, salah seorang konsumen Pertamax di SPBU JLT,
mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut. Menurutnya, kenaikan harga BBM akan
berdampak langsung terhadap biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari
masyarakat.
“Kecewa tentu. Kondisi ekonomi sekarang saja sudah terasa
berat. Harga kebutuhan pokok naik, pekerjaan juga tidak selalu stabil, sekarang
Pertamax ikut naik. Ini pasti menambah pengeluaran masyarakat,” ujar Bayu saat
ditemui usai mengisi bahan bakar.
Ia menilai pemerintah seharusnya lebih mempertimbangkan
kondisi ekonomi masyarakat sebelum mengambil keputusan yang berdampak langsung
pada kebutuhan publik.
Keluhan serupa disampaikan Mamat, warga Desa Dawuhan Lor,
Kecamatan Sukodono. Ia menilai kebijakan kenaikan harga BBM menunjukkan bahwa
pemerintah belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat kecil yang saat ini sedang
menghadapi berbagai tekanan ekonomi.
“Negara ini sudah sakit. Masyarakat sedang kesulitan, tetapi
yang terjadi justru harga-harga terus naik. Kami merasa pemerintah belum
berpihak kepada masyarakat kecil yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan
keluarga,” ungkapnya.
Menurut Mamat, dampak kenaikan Pertamax tidak hanya
dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi memicu
kenaikan biaya distribusi barang dan jasa yang pada akhirnya berpengaruh
terhadap harga kebutuhan pokok.
Pengamat ekonomi menilai setiap penyesuaian harga BBM
memiliki efek berantai terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Meski Pertamax
merupakan BBM nonsubsidi yang mengikuti dinamika pasar energi global, kebijakan
tersebut tetap memiliki dampak psikologis maupun ekonomi bagi konsumen.
Di sejumlah SPBU di Kabupaten Lumajang, aktivitas pengisian
BBM pada hari pertama pemberlakuan harga baru terpantau berjalan normal. Namun,
perbincangan mengenai kenaikan harga Pertamax menjadi topik yang banyak dibahas
oleh para pengendara yang mengaku khawatir terhadap meningkatnya biaya hidup
dalam beberapa bulan ke depan.
Kenaikan harga Pertamax ini kembali memunculkan harapan agar
pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga daya beli
masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan oleh
sebagian besar warga. (yon)

0 Komentar