Lumajang, Suara Semeru – Dugaan aksi pengeroyokan yang diduga dipicu perselisihan antaroknum perguruan pencak silat terjadi di wilayah Grati, Kabupaten Lumajang.
Peristiwa yang sempat viral di media sosial Facebook itu
menimbulkan keresahan masyarakat dan kembali memunculkan kekhawatiran akan
potensi konflik antarkelompok yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban
masyarakat.
Berdasarkan informasi yang ditulis oleh akun facebook Nona
Alesan Utama, korban merupakan seorang pemuda asal Kecamatan Candipuro. Insiden
tersebut disebut terjadi di depan sebuah PAUD di kawasan Grati Lumajang pada
Rabu malam.
Menurut keterangan yang dihimpun dari unggahan tersebut,
korban diduga dipepet oleh tiga orang pemuda yang tidak dikenalnya. Setelah itu
korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan.
Korban disebut sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya
mendapat pertolongan dari warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong.
"Kami kaget mendengar teriakan minta tolong di malam
hari. Warga kemudian keluar rumah dan berusaha membantu," ungkap Rohim,
salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, Kamis 25 Juni 2026.
Kehadiran warga diduga membuat para pelaku melarikan diri
dari lokasi sebelum sempat diamankan. Peristiwa tersebut memicu berbagai reaksi
dari masyarakat. Banyak pihak berharap insiden serupa tidak berkembang menjadi
aksi balasan maupun konflik yang lebih luas antaroknum perguruan pencak silat.
Masyarakat Lumajang lainnya, Adi Hermanto, meminta aparat
kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut dan mengambil langkah tegas
untuk mencegah terjadinya tawuran antarkelompok. Menurutnya, Lumajang selama
ini dikenal sebagai daerah yang relatif kondusif dan jangan sampai tercoreng
oleh aksi kekerasan yang mengatasnamakan organisasi atau perguruan tertentu.
"Kami berharap aksi tawuran maupun kekerasan yang
melibatkan oknum perguruan pencak silat tidak sampai berkembang di Lumajang.
Aparat harus bertindak tegas agar kejadian seperti ini tidak berulang dan tidak
menimbulkan citra buruk bagi daerah," ujarnya.
Selain penegakan hukum, sejumlah warga juga mendorong adanya
upaya preventif melalui dialog, pembinaan, serta pengawasan terhadap
kelompok-kelompok yang berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap, identitas korban maupun terduga pelaku, serta motif pasti di balik dugaan pengeroyokan tersebut.
Aparat diharapkan segera memberikan klarifikasi agar
informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan spekulasi maupun
keresahan yang lebih luas. (yon)

0 Komentar