Kasi Humas Polres
Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan adanya aksi pelemparan batu yang menimpa
mobil ambulans, mobil pribadi, dan truk di lokasi berbeda.
“Yang mobil
ambulans di Kecamatan Tempeh, mobil pribadi di Kecamatan Sumbersuko, dan truk
di Kecamatan Jatiroto. Bahkan juga terjadi di wilayah Pasirian,” kata Suprapto
di Mapolres Lumajang, Jumat, 8 Mei 2026.
Suprapto
menjelaskan, kronologi pelemparan terhadap mobil ambulans dan mobil pribadi
bermula saat kendaraan korban mendahului kendaraan lain yang melaju searah.
Ketika berada di jalur berlawanan, muncul pengendara sepeda motor yang langsung
melempar batu ke arah kendaraan.
“Dari arah
berlawanan ada pengendara sepeda motor yang langsung melempar batu dan
menyebabkan kaca pecah,” ujarnya.
Meski kaca
kendaraan pecah akibat lemparan batu, tidak ada korban jiwa maupun luka serius
dalam insiden tersebut. Menurut Suprapto, pengemudi dan penumpang hanya
mengalami luka ringan akibat serpihan kaca.
“Hanya luka
dari serpihan kaca yang pecah. Untuk ambulans sedang tidak membawa pasien,
informasinya baru selesai mengantar pasien,” katanya.
Sementara
itu, polisi belum mengetahui secara rinci kronologi pelemparan terhadap truk di
Kecamatan Jatiroto karena korban tidak melaporkan kejadian tersebut secara
resmi.
Namun
berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu diduga bermula saat seseorang
mencegat truk di jalan dan meminta uang sebesar Rp 100 ribu. Karena sopir
menolak memberi uang, pelaku kemudian melempari truk dengan batu.
“Informasi
yang beredar memang sempat meminta uang, tapi kami belum bisa memastikan
kebenarannya karena yang bersangkutan tidak melapor,” ujar Suprapto.
Saat ini,
polisi masih menyelidiki rangkaian aksi pelemparan batu tersebut dengan
memeriksa rekaman kamera CCTV serta meminta keterangan sejumlah saksi.
“Masih kita
selidiki untuk bukti CCTV dan saksi-saksi. Semoga bisa segera kami ungkap
pelaku dan motifnya,” tutur Suprapto.(har)

0 Komentar