TEROR PELEMPARAN BATU HANTUI WARGA LUMAJANG, TIGA KENDARAAN JADI KORBAN DALAM SEMALAM

 

 Lumajang, Suara Semeru - Aksi kejahatan jalanan menghantui warga di Kabupaten Lumajang. Dalam waktu satu malam, sedikitnya tiga kendaraan menjadi korban pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis malam, 7 Mei 2026.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan adanya aksi pelemparan batu yang menimpa mobil ambulans, mobil pribadi, dan truk di lokasi berbeda.

“Yang mobil ambulans di Kecamatan Tempeh, mobil pribadi di Kecamatan Sumbersuko, dan truk di Kecamatan Jatiroto. Bahkan juga terjadi di wilayah Pasirian,” kata Suprapto di Mapolres Lumajang, Jumat, 8 Mei 2026.

Suprapto menjelaskan, kronologi pelemparan terhadap mobil ambulans dan mobil pribadi bermula saat kendaraan korban mendahului kendaraan lain yang melaju searah. Ketika berada di jalur berlawanan, muncul pengendara sepeda motor yang langsung melempar batu ke arah kendaraan.

“Dari arah berlawanan ada pengendara sepeda motor yang langsung melempar batu dan menyebabkan kaca pecah,” ujarnya.

Meski kaca kendaraan pecah akibat lemparan batu, tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam insiden tersebut. Menurut Suprapto, pengemudi dan penumpang hanya mengalami luka ringan akibat serpihan kaca.

“Hanya luka dari serpihan kaca yang pecah. Untuk ambulans sedang tidak membawa pasien, informasinya baru selesai mengantar pasien,” katanya.

Sementara itu, polisi belum mengetahui secara rinci kronologi pelemparan terhadap truk di Kecamatan Jatiroto karena korban tidak melaporkan kejadian tersebut secara resmi.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu diduga bermula saat seseorang mencegat truk di jalan dan meminta uang sebesar Rp 100 ribu. Karena sopir menolak memberi uang, pelaku kemudian melempari truk dengan batu.

“Informasi yang beredar memang sempat meminta uang, tapi kami belum bisa memastikan kebenarannya karena yang bersangkutan tidak melapor,” ujar Suprapto.

Saat ini, polisi masih menyelidiki rangkaian aksi pelemparan batu tersebut dengan memeriksa rekaman kamera CCTV serta meminta keterangan sejumlah saksi.

“Masih kita selidiki untuk bukti CCTV dan saksi-saksi. Semoga bisa segera kami ungkap pelaku dan motifnya,” tutur Suprapto.(har)

 


Posting Komentar

0 Komentar