Lumajang, Suara Semeru - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, melainkan harus dibangun melalui sistem pembinaan atlet yang terencana, konsisten, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Kabupaten
(Rakerkab) KONI Kabupaten Lumajang Tahun 2026 yang digelar di Aula BKPSDM
Lumajang, Sabtu, 23 Mei 2026. Mengusung tema “Mengukir Prestasi Dalam Semangat
Kebersamaan”, forum itu menjadi ruang strategis untuk menyusun arah pembinaan
olahraga prestasi di Lumajang.
Rakerkab dihadiri pengurus KONI, perwakilan cabang olahraga,
pelatih, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lumajang. Agenda utama kegiatan
meliputi evaluasi capaian atlet, penguatan sinergi antarorganisasi olahraga,
hingga persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lumajang, Zainul
Rofik, mengatakan olahraga prestasi membutuhkan proses panjang yang tidak bisa
dibangun dalam waktu singkat. Menurut dia, keberhasilan atlet ditentukan oleh
kualitas sistem pembinaan, mulai dari latihan terukur, pembinaan usia dini,
penguatan organisasi, hingga dukungan berkelanjutan dari seluruh elemen
olahraga.
“Prestasi olahraga tidak mungkin lahir secara instan. Semua
membutuhkan persiapan yang matang, terencana, berkesinambungan, serta dukungan
seluruh pihak agar pembinaan atlet berjalan optimal,” kata Zainul.
Ia menjelaskan, capaian Kabupaten Lumajang pada Porprov Jawa
Timur IX Tahun 2025 di Malang Raya menjadi modal penting untuk memperkuat
pembinaan olahraga daerah. Dalam ajang tersebut, Lumajang meraih 23 medali
emas, 10 perak, dan 34 perunggu serta menempati peringkat ke-17 dari 38
kabupaten/kota di Jawa Timur.
Meski demikian, menurut Zainul, capaian itu bukan tujuan
akhir. Pemerintah Kabupaten Lumajang kini menargetkan peningkatan prestasi pada
Porprov Jawa Timur X Tahun 2027 dengan ambisi menembus posisi 10 besar tingkat
provinsi.
“Saya berharap prestasi olahraga Lumajang pada Porprov 2027
bisa masuk 10 besar. Karena itu, pembinaan harus segera dipersiapkan sejak
sekarang dengan pelaksanaan pemusatan latihan tahap awal secara maksimal,”
ujarnya.
Zainul menambahkan, pembinaan olahraga modern tidak cukup
hanya mengandalkan semangat kompetisi. Tata kelola organisasi yang profesional,
program latihan jangka panjang, serta penggunaan anggaran yang tepat sasaran
dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas atlet secara
berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Lumajang Budi Satria
Andika mengatakan saat ini KONI Lumajang membina 48 cabang olahraga aktif.
Menurut dia, seluruh cabang olahraga tersebut memiliki peran penting dalam
mendukung pembangunan prestasi olahraga daerah.
Ia berharap Rakerkab 2026 dapat menghasilkan program kerja
yang lebih terukur dan fokus pada penguatan pembinaan atlet sejak usia dini.
“Saya berharap melalui Rakerkab KONI Tahun 2026 dapat lahir
program kerja yang terukur, memperkuat pembinaan atlet, serta meningkatkan
kesiapan Kabupaten Lumajang menghadapi berbagai kejuaraan, khususnya Porprov
Jawa Timur 2027,” kata Budi.
Dalam perspektif pembangunan daerah, olahraga tidak hanya
dipandang sebagai arena kompetisi, tetapi juga instrumen pembentukan sumber
daya manusia. Melalui olahraga, generasi muda dinilai dapat dibentuk menjadi
pribadi yang disiplin, sportif, tangguh, dan berkarakter.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI,
pelatih, atlet, dan seluruh cabang olahraga dinilai menjadi faktor penting
dalam membangun ekosistem olahraga Lumajang yang sehat dan berprestasi.
Melalui Rakerkab 2026, KONI Kabupaten Lumajang ingin
memastikan pembangunan olahraga daerah dilakukan secara lebih sistematis dan
berorientasi jangka panjang agar prestasi olahraga Lumajang tumbuh secara
konsisten dan berkelanjutan.(har)

0 Komentar