Lumajang, Suara Semeru – Keluhan terkait kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Lumajang kembali mencuat di media sosial. Sejumlah warga menyuarakan keresahan mereka melalui unggahan di Facebook, yang kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat lainnya.
Salah satu unggahan datang dari akun M Hasyim Ashari di grup
WONG LUMAJANG pada Senin malam 4 Mei 2026. Dalam postingannya, ia menyoroti
kondisi jalan yang dinilai rusak dan tidak kunjung diperbaiki meskipun pajak
mengalami kenaikan.
“Lumajang ku kota indah, pajaknya naik jalannya tidak
diperbaiki. Kotanya tidak aman. Punya pemimpin tapi kurang peduli,” tulisnya
dalam unggahan yang mendapat puluhan respons dari pengguna lain.
Unggahan tersebut kemudian ramai dikomentari warganet.
Budiono Budiono menilai kondisi jalan di dalam kota masih tertinggal
dibandingkan daerah lain.
“Lumajang jalan-jalan di dalam kota tertinggal jauh dari
kota lain, banyak yang rusak, bangunan lama jalannya,” tulisnya.
Komentar lain juga datang dari Zakaria Hondik yang
mengaitkan persoalan jalan rusak dengan kondisi keamanan di wilayah tersebut.
Ia menyebut praktik kejahatan seperti begal, pencurian, hingga perampokan masih
menjadi kekhawatiran masyarakat.
“Dalan rusak ajor, begal, maling, rampok wes mulai biyen.
Lek ndek Lumajang bos wes bolak-balik ganti bupati pancet,” tulisnya.
Selain itu, beberapa warganet lain juga mengimbau masyarakat
untuk lebih waspada saat beraktivitas, terutama pada malam hari, mengingat isu
keamanan yang turut disorot dalam diskusi tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial kini menjadi
sarana utama bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan. Warga
berharap pemerintah daerah Kabupaten Lumajang segera merespons kondisi tersebut
dengan langkah nyata, baik dalam perbaikan infrastruktur jalan maupun
peningkatan keamanan lingkungan.
Sementara pemerintah daerah mengaku masih akan terus
memperbaiki jalan rusak tersebut secara bertahap karena alokasi anggaran
pembenahan dari pusat sudah dipangkas berkaitan dengan efisiensi. (yon)

0 Komentar