HARGA ASPAL MELONJAK 30 PERSEN, PERBAIKAN JALAN DI LUMAJANG TERANCAM BERKURANG

 

Lumajang, Suara Semeru - Lonjakan harga aspal hotmix hingga hampir 30 persen mulai berdampak pada rencana perbaikan jalan di sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang. Kenaikan tersebut dipicu melonjaknya harga solar nonsubsidi yang berimbas pada biaya produksi material aspal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lumajang, Endah Mardiana, mengatakan pihaknya telah menerima rincian harga terbaru dan kini tengah melakukan koordinasi lintas instansi untuk menyesuaikan regulasi harga pekerjaan konstruksi.

“Kami sudah koordinasi dengan PBJ, BPKD, dan Inspektorat. Itu terkait perubahan harga, tapi harus berproses sesuai ketentuan,” kata Endah saat dihubungi, Senin (11/5/2026).

Menurut dia, pemerintah daerah nantinya akan melakukan perubahan Peraturan Bupati (Perbup) terkait analisa harga satuan pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Proses revisi aturan tersebut diperkirakan memerlukan waktu sehingga berpotensi memengaruhi jadwal pelaksanaan proyek.

“Peraturan butuh waktu untuk penyesuaian harga,” ujarnya.

Meski demikian, Endah memastikan kenaikan harga aspal tidak sampai menyebabkan penundaan proyek perbaikan jalan. Namun, dampaknya diperkirakan akan mengurangi volume pekerjaan yang sebelumnya telah direncanakan dalam anggaran tahun berjalan.

“Tidak, kemungkinan volume yang berkurang,” katanya.

Ia menambahkan, besaran kenaikan harga aspal hingga kini masih dalam tahap penghitungan karena setiap supplier material (SMP) memiliki harga berbeda. Pemerintah daerah saat ini masih melakukan survei dan analisa bersama sebelum menetapkan harga resmi terbaru.

“Nanti hasil semua survei dianalisa bersama juga koordinasi dengan provinsi agar harga yang didapat sudah hasil review dari tim, terutama inspektorat,” pungkasnya.

Sebelumnya, PUTR Lumajang merencanakan perbaikan dan peningkatan jalan di tujuh ruas strategis dengan total anggaran miliaran rupiah. Proyek terbesar yakni rehabilitasi Jalan Rowokangkung–Kalipepe dengan pagu anggaran Rp14,5 miliar.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan Jalan PB Sudirman sebesar Rp2,9 miliar, Jalan Tanggung–Kalisemut Rp891,2 juta, Jalan Banyuputih Lor–Banyuputih Kidul Rp891,2 juta, Jalan Tunjung–Kalibanter Rp694,4 juta, Jalan Bence–Tunjung Rp891,2 juta, serta Jalan Olahraga senilai Rp1,3 miliar.

Kenaikan harga material konstruksi tersebut dikhawatirkan membuat target peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Lumajang tidak dapat terealisasi secara maksimal pada tahun ini.(har)


Posting Komentar

0 Komentar