CCTV BANTU UNGKAP KASUS CURANMOR DI LUMAJANG

 

Lumajang, Suara Semeru - Pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV dinilai semakin penting dalam mendukung penguatan sistem keamanan wilayah dan mempercepat penanganan tindak kriminalitas di tengah masyarakat.

Hal itu terlihat dalam pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditangani Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang. Rekaman CCTV membantu aparat melakukan identifikasi dan penelusuran terhadap dugaan pelaku.

Salah satu dugaan aksi pelaku sebelumnya terekam kamera CCTV di kawasan Jalan Kapuas, Kelurahan Jogoyudan. Rekaman tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyelidikan hingga polisi berhasil mengamankan terduga pelaku di luar daerah.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan rekaman CCTV sangat membantu aparat dalam proses pengungkapan kasus.

“Rekaman CCTV sangat membantu proses identifikasi dan penelusuran di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah,” kata Suprapto dalam keterangan resmi, Minggu, 10 Mei 2026.

Menurut dia, perkembangan teknologi memberikan dukungan besar bagi aparat keamanan dalam memperkuat langkah preventif maupun penanganan kasus kriminalitas.

Selain membantu pengungkapan kasus, keberadaan CCTV dinilai mampu meningkatkan kewaspadaan lingkungan sekaligus menjadi sarana pencegahan tindak kejahatan di ruang publik.

Karena itu, penguatan infrastruktur keamanan berbasis teknologi terus didorong di berbagai wilayah Kabupaten Lumajang, termasuk melalui percepatan pemasangan CCTV di tingkat dusun.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang Mustaqim mengatakan penguatan sistem pengawasan berbasis CCTV menjadi bagian dari langkah kolaboratif pemerintah daerah dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.

Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan arahan Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam Rapat Koordinasi Kamtibmas di Pendopo Arya Wiraraja pada Jumat, 8 Mei 2026, yang menekankan pentingnya percepatan penguatan keamanan wilayah hingga tingkat dusun.

“Pemanfaatan CCTV bukan hanya untuk membantu penanganan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga sebagai langkah pencegahan dan penguatan rasa aman masyarakat,” ujar Mustaqim.

Ia menambahkan, keberadaan teknologi pengawasan diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Dalam pengembangan kasus curanmor tersebut, polisi mengamankan seorang terduga pelaku berinisial JW, 31 tahun, warga Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sebelumnya, dua terduga pelaku lain juga telah diamankan di lokasi berbeda.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para terduga pelaku diduga terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Jalan Kapuas, Kelurahan Jogoyudan, serta Desa Tukum, Kecamatan Tekung.

Saat ini, proses pemeriksaan dan pendalaman masih dilakukan oleh pihak kepolisian.(har)

 

 


Posting Komentar

0 Komentar