Lumajang, Suara Semeru – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus
memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan media briefing yang untuk
pertama kalinya digelar bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten
Lumajang pada Kamis 30 April 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun
kolaborasi komunikasi publik guna menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus
mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pemangku kepentingan
sektor keuangan turut hadir dan memberikan pemaparan. Bambang Syamsul Hidayat,
Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, menegaskan pentingnya sinergi antar
lembaga dan media.
Ia menjelaskan bahwa Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
memiliki peran vital dalam menjamin simpanan nasabah serta menjaga stabilitas
sistem keuangan di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, hingga Kalimantan.
Menurutnya, optimalisasi kolaborasi dengan media menjadi
kunci dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor perbankan.
“LPS secara rutin mengukur Indeks Menabung Konsumen (IMK)
setiap bulan, dan Jawa Timur saat ini berada di posisi dua besar nasional,”
ungkapnya.
Selain itu, LPS juga memiliki kewenangan mencabut izin
operasional bank yang mengalami permasalahan serius dalam tata kelola.
Senada dengan hal tersebut, Iqbal Reza Nugraha, Kepala
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, menekankan pentingnya peran
media dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah tekanan global.
Ia menyinggung dampak krisis internasional, termasuk konflik
geopolitik yang memengaruhi harga BBM serta kebijakan terkait harga plastik.
“Media memiliki peran strategis dalam membangun persepsi
publik yang positif dan menjaga stabilitas ekonomi. Di sisi lain, digitalisasi
sistem pembayaran harus terus ditingkatkan untuk mempermudah transaksi dan
mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala OJK Jember, Aris Budiman, menambahkan
bahwa pihaknya terus mendorong perluasan inklusi keuangan dan akselerasi
transaksi non-tunai (cashless) di wilayah kerjanya sepanjang April 2026. Upaya
ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta memperluas akses masyarakat
terhadap layanan keuangan formal.
Ia juga menyampaikan bahwa kinerja sektor keuangan nasional
menunjukkan tren positif. Pertumbuhan kredit masih berada pada level optimal
dengan tingkat risiko yang terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah yang
tetap di bawah 5 persen.
Melalui media briefing ini, OJK berharap kolaborasi dengan
PWI Lumajang dapat semakin memperkuat literasi keuangan masyarakat serta
menghadirkan informasi yang akurat dan edukatif.
”Sinergi antara regulator, pelaku industri, dan media
diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus
mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(yon)

0 Komentar