Lumajang, Suara Semeru - Inspektorat Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi lembaga pengawas administratif, tetapi juga bertransformasi sebagai “alarm dini” dalam mendeteksi dan mencegah potensi penyimpangan kebijakan sejak awal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang berintegritas, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan harapan Bupati Lumajang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Inspektorat Lumajang, Aan,
S.Sos, menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan arahan pimpinan dengan
pendekatan yang lebih progresif. Inspektorat kini didorong untuk tidak lagi
menunggu terjadinya pelanggaran, melainkan aktif mengantisipasi berbagai
potensi risiko sejak tahap perencanaan kebijakan.
“Untuk lebih berani lagi, kami selalu siap karena itu arahan
pimpinan. Termasuk menjadi pengingat utama atau alarm bagi seluruh jajaran,”
tegas Aan, Jum’at (24/4/2026).
Menurutnya, perubahan paradigma ini menjadi krusial di
tengah tuntutan publik yang semakin tinggi terhadap pemerintahan yang bersih.
Inspektorat tidak hanya hadir saat terjadi masalah, tetapi harus mampu membaca
potensi celah sejak dini, termasuk dalam proses perencanaan anggaran,
pelaksanaan program, hingga pelaporan.
Aan menjelaskan, pendekatan preventif akan menjadi fokus
utama. Melalui pengawasan yang lebih intensif dan sistematis, Inspektorat
berupaya meminimalisir risiko administratif maupun prosedural yang berpotensi
menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Pengawasan tidak cukup dilakukan di akhir. Justru yang
paling penting adalah bagaimana kita masuk di awal, memberikan pendampingan,
sehingga potensi kesalahan bisa dicegah sebelum terjadi,” ujarnya.
Sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk mendukung
transformasi tersebut. Di antaranya peningkatan fungsi pendampingan kepada
perangkat daerah, penguatan sistem pengendalian internal pemerintah (SPIP),
serta optimalisasi peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Selain itu, Inspektorat juga mendorong peningkatan kapasitas
sumber daya manusia (SDM) pengawas agar lebih adaptif terhadap dinamika
regulasi dan kebijakan. Hal ini dinilai penting agar pengawasan tidak hanya
bersifat formalitas, tetapi benar-benar mampu memberikan nilai tambah dalam
setiap proses pembangunan daerah.
Tidak kalah penting, sinergi antar perangkat daerah juga
menjadi kunci. Inspektorat menempatkan diri sebagai mitra strategis, bukan
semata-mata “pencari kesalahan”,
melainkan sebagai pengawal agar setiap kebijakan berjalan sesuai aturan dan
tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan pendekatan yang lebih berani, proaktif, dan
kolaboratif, Inspektorat Lumajang optimistis mampu memperkuat kepercayaan
publik terhadap pemerintah daerah. Peran sebagai “alarm dini” diharapkan dapat
menjadi benteng awal dalam menjaga integritas birokrasi serta memastikan setiap
program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. (yon)

0 Komentar