DIALOG INTERAKTIF “DEWAN MENDENGAR” RADIO SEMERU FM BAHAS PERAN BUMDES DALAM KETAHANAN PANGAN


Lumajang, Suara Semeru – Suasana hangat dan penuh gagasan mewarnai program dialog interaktif Dewan Mendengar di Radio Semeru FM, Sabtu (4/4/2026). Mengangkat tema “Desa dan Ketahanan Pangan”, dialog ini menjadi ruang refleksi sekaligus dorongan bagi penguatan ekonomi desa melalui peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Hadir sebagai narasumber, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang, Reza Hadi Kurniawan, S.IP., mengulas secara lugas kondisi BUMDes saat ini. Politisi muda yang dikenal ramah dan murah senyum tersebut menilai, kontribusi BUMDes dalam mendukung ketahanan pangan desa masih belum berjalan optimal.

Menurutnya, salah satu persoalan mendasar terletak pada pola pengembangan program yang cenderung seragam. Banyak desa, kata dia, masih mengadopsi program dari desa lain tanpa mempertimbangkan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing.

“Banyak desa itu programnya meniru desa lainnya, sehingga progresnya kurang maksimal,” ujarnya.

Padahal, lanjut Reza, setiap desa memiliki kekuatan dan peluang berbeda yang seharusnya menjadi dasar dalam merancang program BUMDes. Tanpa inovasi dan keberanian untuk menggali potensi lokal, upaya memperkuat ketahanan pangan akan sulit mencapai hasil yang signifikan.

Ia juga menyoroti aspek legalitas BUMDes yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi. Dari total yang ada, baru sekitar 50 persen BUMDes yang telah berbadan hukum, sementara sisanya masih belum menunjukkan perkembangan berarti. Kondisi ini dinilai turut menghambat optimalisasi peran BUMDes dalam mendukung ekonomi desa.

“BUMDes harus lebih berinovasi, meskipun kami akui bahwa selama ini keberadaannya juga kurang optimal,” tambahnya.

Melalui dialog ini, tersirat harapan agar BUMDes tidak hanya menjadi pelengkap administrasi desa, melainkan mampu tampil sebagai motor penggerak ekonomi yang adaptif dan kreatif. Penguatan kapasitas pengelola serta keberanian berinovasi berbasis potensi lokal dinilai menjadi kunci dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan di desa.

Program Dewan Mendengar pun kembali menegaskan perannya sebagai jembatan aspirasi dan ruang diskusi publik, menghadirkan perspektif yang mendorong perubahan nyata bagi masyarakat. (yon)


Posting Komentar

0 Komentar