WARGA KELUHKAN SUMUR TERCEMAR LIMBAH DAPUR SPPG, PEMKAB LUMAJANG TUTUP SEMENTARA OPERASIONAL

 

Lumajang, Suara Semeru - Warga Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengeluhkan air sumur mereka yang berubah keruh dan berbau. Warga menduga kondisi tersebut disebabkan oleh limbah dapur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sekitar permukiman.

Salah seorang warga, Vivi, mengatakan air sumur di rumahnya mulai tercemar sejak dapur SPPG berdiri di belakang rumahnya. Limbah dari dapur tersebut diduga meresap ke dalam sumur bor miliknya.

“Limbahnya itu meresap ke sumur bor saya, sehingga sumur bor saya itu tercemar berbau dan warnanya sudah berubah hitam,” kata Vivi di Lumajang, Kamis 5 Maret 2026.

Vivi mengaku sejak menempati rumahnya pada 2016 tidak pernah mengalami masalah air bersih. Namun, dalam satu bulan terakhir, air sumurnya beberapa kali menjadi keruh dan berbau.

Menurutnya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dapur SPPG berada sangat dekat dengan sumur miliknya.

“Pertama IPAL-nya di belakang rumah saya persis, jadi lebih dekat ke sumur saya,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, Vivi terpaksa meminta pasokan air bersih dari tetangganya yang tidak terdampak pencemaran.

“Saya minta air ke rumah di depan, karena yang terdampak hanya rumah saya dan sebelahnya,” kata dia.

Vivi mengungkapkan bahwa ia telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pengelola SPPG. Namun, menurutnya, keluhan tersebut tidak mendapat tanggapan.

“Memang saya keluhkan ke pengelola SPPG tapi mereka tidak menghiraukan,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Kompas.com menyebutkan bahwa pihak SPPG sebelumnya telah meminta tanda tangan persetujuan warga terkait pendirian dapur program makan bergizi gratis (MBG) di kawasan tersebut.

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Oda Masa Depan Utama, Rangga Adi Caksana, tidak memberikan tanggapan atas pertanyaan wartawan usai inspeksi mendadak yang dilakukan Bupati Lumajang.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Lumajang Indah Amperawati memutuskan untuk menutup sementara operasional SPPG di Desa Labruk Kidul. Penutupan dilakukan setelah pemerintah daerah menerima banyak laporan warga mengenai limbah dapur yang diduga mencemari lingkungan.

Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan bahwa sistem pengolahan limbah dapur tersebut tidak memenuhi standar yang berlaku.

Indah mengatakan operasional SPPG akan dihentikan sementara mulai Senin 9 Maret 2026.

“Penutupan sampai instalasinya air limbahnya diperbaiki sesuai standar,” tegasnya.

Ia juga menyatakan akan melaporkan temuan tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kondisi dapur dan alasan penutupan sementara operasionalnya.(har)

 


Posting Komentar

0 Komentar