Lumajang, Suara Semeru – Umat Hindu di Kabupaten Lumajang pada Minggu 15 Maret 2026, melaksanakan upacara Melasti sebagai rangkaian perayaan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka.
Melasti dilaksanakan di Pantai Watu Pecak, Desa Selok
Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, acara sakral ini diikuti
oleh ribuan umat Hindu dari berbagai wilayah di Lumajang dengan penuh khidmat.
Upacara Melasti merupakan ritual penyucian diri dan alam
semesta yang dilakukan dengan membawa pratima serta berbagai sarana upacara
menuju sumber air, seperti laut atau mata air, yang diyakini memiliki kekuatan
untuk membersihkan segala kotoran lahir dan batin.
Prosesi Melasti berlangsung dengan tertib dan lancar. Para
umat mengenakan pakaian adat sembari mengikuti rangkaian doa yang dipimpin oleh
pemuka agama Hindu. Selain sebagai ritual keagamaan, kegiatan ini juga menjadi
momen untuk mempererat kebersamaan antarumat.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten
Lumajang, Teguh Widodo, mengatakan bahwa upacara Melasti memiliki makna penting
sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki Hari Raya Nyepi.
“Melasti merupakan ritual untuk menyucikan diri dan alam
semesta dari segala hal negatif. Melalui upacara ini, umat Hindu memohon agar
diberikan kesucian lahir dan batin sebelum menjalani rangkaian Hari Raya
Nyepi,” ujar Teguh Widodo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang
telah mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga umat Hindu di
Lumajang dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khidmat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga kegiatan Melasti dapat berlangsung dengan baik. Kami berharap perayaan
Nyepi nanti dapat membawa kedamaian dan keharmonisan bagi seluruh masyarakat,”
tambahnya.
Dengan dilaksanakannya upacara Melasti ini, umat Hindu di
Lumajang diharapkan dapat menyambut Hari Raya Nyepi dengan hati yang bersih,
penuh kedamaian, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan
sehari-hari. (yon)

0 Komentar