Lumajang – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tengah menggencarkan pembentukan ratusan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (BTP) baru di berbagai daerah di Indonesia. Program ini bertujuan memperkuat kedaulatan dan pengamanan wilayah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Kebijakan tersebut menargetkan pembentukan sekitar 150
batalyon setiap tahun hingga 2029. Selain fungsi pertahanan, BTP dirancang
untuk mendukung pembangunan wilayah, pemberdayaan lahan tidur, swasembada
pangan, serta bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi,
S.AP., menyampaikan bahwa BTP memiliki peran strategis tidak hanya dalam aspek
militer, tetapi juga pembangunan daerah dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Selain fungsi pertahanan, BTP dirancang untuk mendukung
pembangunan wilayah, swasembada pangan, pengentasan kemiskinan, serta program
prioritas pemerintah seperti makan bergizi gratis,” ungkap Anton Subhandi, Rabu
11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama BTP adalah penguatan ketahanan pangan. Setiap batalyon nantinya akan mengelola lahan sekitar 60 hektare yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian maupun peternakan.
“BTP berfokus pada ketahanan pangan, di mana setiap BTP akan
memanfaatkan lahan sekitar 60 hektare dan memiliki kompi khusus yang
beranggotakan personel dengan keahlian pertanian dan peternakan,” ungkapnya.
Di Kabupaten Lumajang, rencana pembangunan BTP saat ini
telah memasuki tahap survei lokasi. Kawasan yang dipertimbangkan berada di
wilayah hutan Desa Burno, Kecamatan Senduro, yang dinilai memenuhi sejumlah
persyaratan teknis.
Menurut Anton, lokasi tersebut dipilih karena memiliki akses
yang cukup baik serta luasan lahan yang dinilai memadai untuk pembangunan
fasilitas batalyon dan pengembangan lahan produktif.
“Lokasi tersebut masuk dalam kriteria yang dibutuhkan dalam
membangun BTP, terutama berkaitan dengan ketersediaan air bersih,” tambahnya.
Program pembentukan BTP ini merupakan implementasi konsep
Optimum Essential Force yang bertujuan memperkuat sistem pertahanan negara
sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan perekonomian
masyarakat.
Dengan pembangunan yang dilakukan secara tersebar di
berbagai wilayah Indonesia, kehadiran BTP diharapkan tidak hanya meningkatkan
kesiapsiagaan pertahanan, tetapi juga mendorong kemandirian pangan serta
pemanfaatan lahan secara produktif di daerah. (yon)


0 Komentar