Lumajang, Suara Semeru - Kepolisian Resor (Polres) Lumajang memastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Lumajang dalam kondisi aman, menyusul beredarnya isu kelangkaan di masyarakat.
Hal tersebut
disampaikan setelah Satuan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim
Polres Lumajang melakukan pengecekan langsung ke Stasiun Pengisian dan
Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Sinar Agung Putra Abadi di Jalan Lintas
Timur (JLT), Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang, Rabu 25 Maret 2026.
Dari hasil
pemantauan di lokasi, aktivitas pengisian tabung LPG 3 kg berjalan normal.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak pengelola guna memastikan produksi dan
distribusi tetap lancar, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kasat Reskrim Polres
Lumajang AKP Pras Adinata mengatakan, pihaknya telah memastikan langsung
kondisi stok dan distribusi di SPPBE tersebut.
“Produksi tetap
berjalan normal, bahkan saat hari libur tetap beroperasi, hanya berhenti saat
pelaksanaan Salat Idul Fitri. Distribusi rata-rata mencapai 30 hingga 31 truk
per hari, atau sekitar 15.000 sampai 17.000 tabung,” ujarnya.
Ia menambahkan, stok
LPG 3 kg saat ini tergolong mencukupi. Berdasarkan data SPPBE, stok akhir
mencapai sekitar 52.000 kilogram.
“Stok dalam kondisi
aman dan mencukupi. Agen juga rutin melakukan pengambilan setiap hari, sehingga
tidak ada kendala distribusi di tingkat SPPBE,” katanya.
Terkait isu
kelangkaan, Pras menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh
gangguan pasokan dari distributor maupun SPPBE.
“Kelangkaan
kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang
dan saat Lebaran,” jelasnya.
Polres Lumajang
mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau
panic buying, serta menggunakan LPG sesuai kebutuhan.
Selain itu,
kepolisian akan terus melakukan pengawasan untuk mencegah penimbunan maupun
penyalahgunaan distribusi LPG bersubsidi.
“Kami akan terus
memantau agar distribusi tetap lancar dan tepat sasaran,” pungkasnya.(yon)

0 Komentar