Lumajang, Suara Semeru - Memasuki hari kelima pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, situasi arus mudik di wilayah Kabupaten Lumajang terpantau aman dan relatif lancar. Aparat gabungan terus melakukan pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis guna memastikan perjalanan pemudik berjalan tertib dan kondusif.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan,
Operasi Ketupat Semeru 2026 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25
Maret 2026. Operasi ini merupakan bagian dari pengamanan nasional selama periode
mudik dan perayaan Idul Fitri.
“Operasi ini melibatkan 161.243 personel gabungan di seluruh
Indonesia. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan
masyarakat selama mudik Lebaran tahun ini mencapai 143,9 juta orang,” ujar
Alex.
Di Kabupaten Lumajang sendiri, pengamanan melibatkan sekitar
300 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan,
Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.
Kapolres menjelaskan, pengamanan difokuskan pada sejumlah
titik keramaian, seperti masjid, lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri, objek
wisata, hingga terminal yang menjadi pusat mobilitas masyarakat.
Selain itu, kepolisian juga menyiapkan sejumlah Pos
Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), dan Pos Terpadu untuk memberikan
pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di
wilayah Lumajang.
“Pelayanan yang kami berikan tidak hanya pengamanan, tetapi
juga pelayanan informasi terkait perkembangan situasi arus lalu lintas,
sehingga masyarakat bisa mengatur perjalanan dengan lebih baik,” jelasnya.
Di pos pelayanan tersebut juga disiagakan layanan kesehatan
lengkap dengan ambulans yang siap siaga selama 24 jam untuk membantu masyarakat
yang membutuhkan pertolongan medis.
“Kami juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi
masyarakat yang akan mudik, serta melakukan patroli ke rumah-rumah warga yang
ditinggalkan agar tetap aman,” tambahnya.
Kapolres turut mengingatkan seluruh personel untuk
mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,
seperti pencurian kendaraan bermotor, aksi premanisme, balap liar, hingga
konflik antar kelompok.
Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi bencana
hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang diprediksi terjadi di sejumlah
wilayah Jawa selama periode mudik, juga menjadi perhatian aparat.
Untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan,
kepolisian mengimbau agar pemudik memanfaatkan layanan call center 110.
“Jika pemudik mengalami kesulitan di perjalanan, cukup
menghubungi layanan 110. Tim kami akan segera merespons dan memberikan bantuan
sesuai kebutuhan, baik terkait kendaraan, bahan bakar, maupun bantuan lainnya,”
tegas Alex.
Ia juga mengapresiasi sinergitas seluruh stakeholder yang
terlibat dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 demi terciptanya situasi yang aman
dan kondusif selama perayaan Idul Fitri di Kabupaten Lumajang.
“Kami berharap seluruh rangkaian mudik dan perayaan Idul Fitri
1447 Hijriah di Kabupaten Lumajang dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif,”
pungkasnya. (har)

0 Komentar