Lumajang, Suara Semeru - Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran membawa berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Lumajang. Sejumlah destinasi unggulan di daerah yang dikenal sebagai “kota pisang” dipadati pengunjung, mulai dari wisata alam hingga deretan pantai di sepanjang pesisir selatan.
Namun, di tengah tingginya arus kunjungan, aspek keamanan
dan perlindungan wisatawan kembali menjadi perhatian serius. Hal ini menyusul
insiden tersambar petir yang menimpa 10 wisatawan di dua lokasi berbeda, yakni
Pantai Bambang dan Pantai Watu Pecak.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia,
satu orang masih menjalani perawatan, dan delapan lainnya mengalami luka
ringan.
Regulasi terkait keselamatan wisatawan sebenarnya telah
diatur dalam Peraturan Bupati Lumajang Nomor 35 Tahun 2023 tentang pedoman
pengelolaan daya tarik wisata. Aturan ini menekankan pentingnya jaminan
keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi setiap pengunjung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho,
mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim SAR ke sejumlah lokasi wisata pantai.
Di antaranya Pantai Watu Pecak dan Pantai Mbah Drajid Wotgalih.
“Namun untuk Pantai Bambang, kami tidak menerima permintaan
dari pengelola setempat untuk menurunkan tim evakuasi berjaga di sana,” ujarnya
saat dihubungi, Minggu 29 Maret 2026.
Ia menambahkan, beberapa destinasi seperti Pantai Watu Pecak
dan Wotgalih telah dilengkapi fasilitas penangkal petir sebagai upaya mitigasi
risiko.
Selain itu, saat cuaca buruk, petugas Tim Reaksi Cepat (TRC)
juga aktif berpatroli dan memberikan imbauan kepada wisatawan, termasuk meminta
pengunjung menonaktifkan telepon genggam guna mengurangi potensi bahaya saat
terjadi petir.
Pemerintah daerah mengimbau para pengelola wisata untuk
meningkatkan standar keselamatan, seiring meningkatnya jumlah kunjungan
wisatawan selama musim libur.(har)

0 Komentar