Lumajang, Suara Semeru - Bantuan Pangan (Bapang) dari pemerintah pusat untuk warga miskin di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan baru akan dibagikan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Padahal, bantuan berupa paket sembako tersebut semula ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten
Lumajang Retno Wulan Andari mengatakan, terdapat sekitar 140.000 warga miskin
di daerahnya yang akan menerima bantuan tersebut. Para penerima merupakan
masyarakat yang masuk dalam kategori desil satu hingga empat.
“Datanya kita mintakan ke Dinsos (Dinas Sosial) untuk warga
yang masuk desil 1–4 sekitar 140.000 penerima manfaat,” kata Retno di Lumajang,
Kamis 12 Maret 2026.
Retno menjelaskan, setiap penerima bantuan akan memperoleh
paket berisi 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng. Namun, penyaluran
bantuan belum dapat dilakukan sebelum Lebaran karena salah satu komoditas dalam
paket tersebut belum tersedia.
Menurut dia, suplai minyak goreng yang akan disalurkan
melalui Perum Bulog hingga kini belum diterima. Akibatnya, distribusi bantuan
di Lumajang harus ditunda.
“Hasil koordinasi dengan Bulog, (Bapang) di Lumajang akan
didistribusikan setelah Lebaran karena minyak goreng belum datang,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
mengumumkan pemerintah menyiapkan bantuan paket sembako bagi 18 juta masyarakat
miskin di seluruh Indonesia. Program tersebut ditujukan bagi warga yang terdata
dalam kelompok desil satu hingga empat.
Bantuan pangan itu diharapkan dapat membantu meringankan
beban pengeluaran masyarakat berpenghasilan rendah, terutama dalam menghadapi
kenaikan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, di Lumajang,
manfaat bantuan tersebut baru bisa dirasakan warga setelah perayaan Lebaran
usai.(har)

0 Komentar