Lumajang, Suara Semeru - Memasuki arus balik Lebaran, pemudik yang melintasi wilayah Lumajang diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya di jalur rawan longsor. Titik rawan tersebut berada di jalur selatan Piket Nol hingga kawasan Senduro menuju Malang via Ranupani.
Kondisi geografis yang didominasi perbukitan dan hutan,
ditambah potensi hujan, membuat sejumlah ruas jalan berisiko terjadi longsor
dan pohon tumbang.
Asper Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasirian,
Eko Tunggal, mengatakan jalur Piket Nol merupakan salah satu titik yang perlu
diwaspadai, terutama saat curah hujan tinggi.
“Pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Jika hujan deras,
sebaiknya menunda perjalanan karena rawan longsor dan material jatuh dari
tebing,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.
Sementara itu, Asper Perhutani BKPH Senduro, Wiwit,
menambahkan jalur Senduro–Ranupani yang kerap dilalui menuju Malang juga
memiliki potensi bahaya serupa. Menurutnya, selain longsor, pohon tumbang juga
menjadi ancaman di sepanjang jalur hutan.
“Kami mengimbau pengendara memastikan kondisi kendaraan
prima dan tetap waspada, terutama saat melintas di kawasan hutan dan lereng,”
kata Wiwit.
Petugas Perhutani bersama instansi terkait disebut telah
meningkatkan patroli dan pemantauan di titik-titik rawan. Meski demikian,
pemudik tetap diminta memprioritaskan keselamatan dan mengikuti arahan petugas
di lapangan.

0 Komentar