Lumajang, Suara Semeru - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lumajang pada Selasa 4 Pebruari 2026 siang hingga sore hari mengakibatkan sebuah kayu jenis kembang berukuran besar di kawasan hutan Perhutani ambruk dan menutup badan jalan.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan hutan Perhutani yang
masuk Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gucialit, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan
(BKPH) Senduro, tepatnya di Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit.
Akibat kejadian itu, akses jalan poros desa (JPD) Desa
Kertowono tertutup total. Arus lalu lintas dari arah Lumajang menuju Desa
Kertowono maupun sebaliknya sempat lumpuh selama beberapa jam.
Untuk mengurai kemacetan dan membuka kembali akses jalan,
pihak Perhutani segera berkoordinasi dengan jajaran Muspika Kecamatan Gucialit
serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang.
“Setelah berkoordinasi dengan teman-teman TNI-Polri dan
BPBD, kayu yang roboh ke jalan langsung kami potong dan bersihkan,” ujar Kepala
RPH Gucialit, Harisetyo, Rabu 4 Pebruari 2026.
Berkat kesigapan tim gabungan, jalan yang sebelumnya
tertutup total akhirnya dapat dilalui, meski sementara waktu hanya diperuntukkan
bagi kendaraan roda dua. Proses pemotongan batang pohon berukuran besar masih
terus dilakukan agar jalan dapat kembali dilalui secara normal.
Pada kesempatan tersebut, Harisetyo juga mengimbau
masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, jalur Desa Kertowono
termasuk wilayah rawan bencana, seperti tanah longsor dan pohon tumbang,
terutama saat cuaca ekstrem.
“Jika kondisi cuaca dirasa tidak memungkinkan, kami harap warga tidak memaksakan diri untuk keluar rumah dan menunggu hingga cuaca kembali kondusif,” pungkasnya. (yon)

0 Komentar