Lumajang, Suara Semeru - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Lumajang sejak beberapa waktu terakhir mulai menimbulkan dampak serius bagi sektor pertanian. Sejumlah lahan tomat milik warga di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, dilaporkan mengalami kerusakan dan terancam merugi akibat cuaca ekstrem tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa 3 Pebruari 2026, ketika
hujan deras dan angin kencang berlangsung hingga malam hari. Kondisi cuaca yang
tidak bersahabat membuat banyak tanaman tomat roboh, sementara buah yang sudah
membesar jatuh ke tanah dan rusak.
Sohib, salah seorang petani setempat, mengaku terkejut
melihat kondisi tanamannya keesokan hari. Upaya perawatan yang telah dilakukan
selama berbulan-bulan seakan berakhir sia-sia, padahal tanaman tomat tersebut
sudah mendekati masa panen.
“Buahnya sudah besar-besar. Tapi karena cuaca ekstrem,
tanamannya roboh. Memang tidak terlalu luas, hanya sekitar 0,1 hektare, tapi
potensi kerugiannya cukup besar karena tomat yang rusak lumayan banyak,” ungkap
Sohib, Rabu 4 Pebruari 2026.
Ia menambahkan, tomat yang jatuh ke tanah berisiko membusuk
sehingga tidak lagi memiliki nilai jual. Hal ini tentu menjadi pukulan bagi
petani, mengingat biaya produksi yang telah dikeluarkan sejak awal tanam.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Petani
Pangan Nasional (P3NA) Jawa Timur, Ishak Subagio, menjelaskan bahwa angin
kencang memang berpotensi besar merusak tanaman hortikultura, terutama yang
menjelang masa panen. Ia menyebutkan, kejadian serupa tidak hanya terjadi di
wilayah Pasrujambe, tetapi juga di beberapa daerah lain di Jawa Timur.
“Kalau sudah jatuh dan rusak, otomatis petani merugi. Tomat
bisa cepat busuk dan tidak bisa dijual,” pungkasnya. (yon)

0 Komentar